Brigjen Pol Rumiah K. SPd: Mengemban Kepercayaan Terhadap Polwan

Cita-cita semasa kecil itu, mengantar Brigjen Pol Rumiah K SPd sebagai Kapolda Banten. Jabatan ini menjadikannya sebagai perempuan pertama yang menjabat kapolda di Indonesia.
Akhir Januari 2008, Rabu (23/01), Brigjen Pol. Rumiah K SPd dilantik Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri), Jenderal Pol. Sutanto, sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten menggantikan Brigjen Pol. Timur Pradopo. Pelantikan ini merupakan babak baru bagi Korps Polisi Wanita.
“Kesetaraan antara perempuan dan laki-laki itu telah dibuktikan dengan diangkatnya Rumiah sebagai Kapolda, dan kami memilihnya memimpin wilayah Banten di bidang pertahanan dan keamanan agar dapat menjalankan tugas secara sinergis dengan Gubernur Banten yang juga wanita,” ungkap Kapolri Jenderal Sutanto.
“Posisi saya sebagai Kapolda ini selain suatu kebanggaan bagi kaum wanita Indonesia, sekaligus tantangan yang harus kita jawab melalui peningkatan kinerja kerja yang baik,” kata Rumiah. “Beban moril tidak ada. Yang ada tanggung jawab dan tantangan. Tantangan harus diselesaiakan bersama, tidak sendiri, Harus bekerja keras,” tambahnya.
Anak ke empat dari delapan bersaudara ini lahir di Tulungagung, 19 Maret 1952. Usai menamatkan kuliahnya di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya tahun 1975 merintis karier di Kepolisian RI. Setelah mendapat gelar sarjana pendidikan, Rumiah masuk Kepolisian RI lewat jalur Sekolah Perwira Militer Sukarelawan (Sepa Milsukwan) Angkatan Bersenjata RI (ABRI tahun 1978.
Meski dari IKIP lantas masuk ke Sepa Milsukwan, Rumiah tidak merasa banting setir. Menurutnya, dirinya bisa disebut banting setir kalau sebelumnya telah bekerja lantas masuk ke Sepa Milsukwan. Terlahir di lingkungan tentara, menjadi obsesi rumiah untuk melengkapi dengan masuk di Kepolisian RI.
“Didasari keluarga saya yang banyak anggota, kakak saya marinir, adik saya angkatan darat. Saya lihat-lihat lo polisi kok belum ada, masuk saya,” jelasnya.
Sebagai Kapolda, jelas memiliki anak buah yang tidak sedikit. Namun posisi ini tidak lantas menimbulkan adanya jarak anatar dirinya dengan para anak buah. “Bagi saya, mereka semua adalah mitra kerja, jadi kita dekat,” ungkapnya.
Sebagai pimpinan, Rumiah membangun kebersamaan di dalam melaksanakan tugas. Tidak mau ada jarak antara dirinya sebagai komandan dengan anak buahnya. “Semua harus saya rangkul,” tegasnya.
“Saya bekerja diibaratkan badan yang terdiri dari kepala, tangan, tubuh, dan kaki. Kalau berjalan sendiri bagaimana jadinya. Ini harus berjalan bersamaan, komitmeni kita harus bersama-sama,” tambahnya ibu dari Yulistiyanto dan Surya Dwi Adji Gemilang ini.
Dalam melaksanakan tugas dan meniti karir di Kepolisian RI, Brigjen Rumiah mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga, baik orang tua, kakak dan adik. Memiliki orang tua yang sangat demokratis, menjadikan Rumiah memiliki banyak kesempatan untuk memilih mana yang terbaik sesuai dengan hati nuraninya. Setiap langkah atau keputusan yang diambil mendapatikan dukungan dari orang tua, kakak dan adik.
Begitu juga ketika sudah berkeluarga. anak ditanamkan sejak awal untuk memahami tugas yang diemban. “Yang penting tidak dibohongi. Kerja sampai malam tidak ada masalah,” ungkapnya. Saat di rumah, tugas dan jabatan tidak dibawa-bawa. Di rumah kembali berperan sebagai ibu atau orang tua yang biasa mengecek tidur, makan ataupun pekerjaan rumah anak.
Program Awal
Di awal masuknya di lingkungan Kepolisian Daerah Banten, pembinaan di dalam tubuh kepolisian Rumiah Pertama awal saya masuk, saya mengintesifkan membina pengawasan ke dalam. Peningkatan pelatihan fungsi, untuk membekali profesionalisme mereka yang di lapangan, penegakan disiplin, pembinaan keagamaan untuk membentuk perilaku insan bhayangkara. Pembinaan dari dalam lantas dilanjutkan dengan pembinaan keluar.
Untuk menjadikan Provinsi Banten aman dan nyaman, Menurut Rumiah masih tergantung pada kesejahteraan masyarakat. Namun prioritas-prioritas tetap ada, seperti narkoba, perjudian, curanmor dan tertib lalu lintas. Jajaran kepolisian di wilayah Banten, saat sedang gencar melakukan operasi bersih.
Untuk memperlancar tugas-tugas sebagai Kapolda Banten yang baru bertugas, Brigjen Rumiah silaturahmi lintas sektoral seperti ke Gubernur Banten, Korem, Kopasus, DPRD serta para tokoh masyarakat turut dijalin. Kalangan tokoh masyarakat juga sering diundang pada acara yasinan setiap hari kamis bersama pembinaan mental personil lingkungan Polda Banten.
Di luar dinas Kepolisan RI, Brigjen.Pol Rumiah K SPd, juga aktif di dunia olahraga. Empat kali memperkuat tim nasional soft ball di SEA Games. Kini Rumiah juga dipercaya menjadi Ketua PBVSI (Persatuan Bola Volly Seluruh Indonesia) Propinsi Banten.
Kepercayaan ini diterimanya dengan tangan terbuka pula. “Bola volley bermanfaat unutk membina kalangan muda untuk berprestasi dan tidak terjebak dalam narkoba,” ungkapnya.
Perwira tinggi lulusan IKIP Surabaya ini juga dahulu pernah menjadi atlet softball nasional di Sea Games. beliau mengawali karir kepolisiannya melalui:
- Sekolah Perwira Militer Sukarelawan ABRI tahun 1978
- Sekolah Lanjutan Perwira Polri pada tahun 1990
- Sekolah Staf Komando AD tahun 1995
- Sekolah Staf Perwira Tinggi polri di tahun 2003
Jabatan penting yang pernah dipegang:
- Kepala Korps Siswa Sekolah Polisi Wanita tahun 1997
- Kepala Sepolwan tahun 1999
- Kabid Prodok Divhumas Mabes Polri tahun 1999
- Seslemdiklat Polri tahun 2007
- Kapolda Banten tahun 2008
Tulis Komentar