Rp 5 juta Melayang di ATM

Satu lagi modus penipuan Tidak hanya lewat undian berhadiah atau telepon langsung, di kawasan Serang kini bergentayang kawanan penipu ATM.
Sudah kebiasaaan Mahmud (40) membawa uang seperlunya saja, kalau kurang tinggal pergi ke ATM untuk mengambil uang lagi. Pada situasi seperti saat ini, Mahmud berpikir membawa uang tunai dalam jumlah banyak cukup beresiko.
Petang itu sekitar (Senin, 03/03), warga Perum Bumi Mukti Indah ini mampir ke ATM Bank Mandiri di depan Toko Buku Ad-Din, Warung Pojok, Serang. Hal yang biasa dilakukan korban ketika persediaan uang tunai di dompet sudah menipis. Karena hari sudah petang, sekitar jam 20.00 wib, lokasi ATM pun tidak terlalu terang.
Sudah terbiasa keluar masuk tempat mesin ATM, korban dengan tenang masuk untuk mengambil uang seperti biasanya. Tanpa disadarinya, beberapa pasang mata telah mengamati gerak-geriknya semenjak masuk ke ruangan ATM. “Setelah memasukkan kartu ke ATM, ternyata tidak ada respon dari mesin. Padahal saya sudah menekan tombol cancel, tetapi tetap saja mesin tidak mau berfungsi,” papar korban.
Meski telah berkali menekan tombol cancel, kartu ATM tidak keluar lagi. Korban menyangka kartunya tertelan mesin sehingga bingung apa yang harus dilakukannya. Dalam kondisi bingung tersebut, datang seorang lelaki perlente yang mengaku akan mengambil uang juga menawarkan bantuan. “Bapak sebaiknya meminjam obeng kecil ke cuonter hp di sebelah saja. Saya akan coba membantu mengeluarkan kartu ATM Bapak,” tiru korban.
Sebelum ke counter hp, korban diminta menghubungi customer service Bank Mandiri (nomor palsu, red) yang ditunjukkan penipu. Dari dialog dengan customer service palsu itulah nomor pin kartu ATM korban ditujukkan. Uasi mendapat nomor pin, korban dipersilahkan penipu unutk pinjam obeng.
Merasa mendapat pertolongan di saat yang tepat, tanpa prasangka apapun korban bergegas meminjam obeng ke counter hp di sekitar lokasi kejadian. Saat kembali lagi ke mesin ATM, ternyata orang yang pura-pura menolong tadi sudah tidak di tempat berikut kartu ATM korban. “Saat itu saya baru sadar bahwa ternyata saya sudah tertipu,” sesal korban.
Setengah jam kemudian, korban baru menghubungi customer service Bank Mandiri untuk minta kartu ATM-nya sekalian memeriksa saldo yang ada di rekening. “Ternyata uang saya sudah berkurang Rp 5 juta,” ungkap korban.
(Arif)
Tulis Komentar