Angka Kematian Ibu Akibat Melahirkan Masih Tinggi
Di Kabupaten Pandeglang, angka kematian ibu melahirkan, tidak jauh berbeda dengan angka kelahiran hidup bayi di Indonesia. Hampir setiap harinya terdapat 54 kematian per hari di Indonesia karena komplikasi kehamilan sampai persalinan (perdarahan, infeksi, keracunan kehamilan, partus lama, dan aborsi).
Kabid Kesehatan Keluarga (Kesga) Dinkes Pandeglang Susi Badrayanti mengatakan, data itu berdasarkan laporan dari puskesmas-puskesmas yang ada di setiap kecamatan dengan dukungan data di posyandu dan desa siaga. Mengenai anggaran untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, kata Susi anggaran itu tidak hanya berada di Bidang Kesga, melainkan di semua bidang. “Semua bidang ada anggaran untuk kesehatan keluarga dalam bentuk program, jadi anggaran itu tidak terkonsentrasi di satu bidang saja, sehingga saya tidak tahu jumlahnya,” Kata Susi.
Sebelumnya, Kepala Dinkes Pandeglang Gatot Supriyadi mengatakan, banyaknya kasus gizi buruk dan bayi lahir meninggal akibat masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan dan kurangnya tenaga kesehatan. Untuk bidan saja, Pandeglang hanya memiliki 283 bidan untuk melayani 355 desa. “Masyarakat juga masih sangat percaya terhadap dukun paraji,” katanya.
Di tempat berbeda, Wakil Ketua Komisi A DPRD Pandeglang, Akhsan Syukroni mengatakan, masih tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, selain karena faktor pengetahuan dan ekonomi, juga akibat kurangnya sosialisasi yang dilakukan dinas terkait. Untuk itu, ia meminta Dinkes mengoptimalkan tenaga yang dimiliki dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Tulis Komentar