• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Kabupaten Serang
18 Maret 2008 | Utama

Angka Kematian Ibu Akibat Melahirkan Masih Tinggi

Di Kabupaten Pandeglang, angka kematian ibu melahirkan, tidak jauh berbeda dengan angka kelahiran hidup bayi di Indonesia. Hampir setiap harinya terdapat 54 kematian per hari di Indonesia karena komplikasi kehamilan sampai persalinan (perdarahan, infeksi, keracunan kehamilan, partus lama, dan aborsi).

Kabid Kesehatan Keluarga (Kesga) Dinkes Pandeglang Susi Badrayanti mengatakan, data itu berdasarkan laporan dari puskesmas-puskesmas yang ada di setiap kecamatan dengan dukungan data di posyandu dan desa siaga. Mengenai anggaran untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, kata Susi anggaran itu tidak hanya berada di Bidang Kesga, melainkan di semua bidang. “Semua bidang ada anggaran untuk kesehatan keluarga dalam bentuk program, jadi anggaran itu tidak terkonsentrasi di satu bidang saja, sehingga saya tidak tahu jumlahnya,” Kata Susi.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Pandeglang Gatot Supriyadi mengatakan, banyaknya kasus gizi buruk dan bayi lahir meninggal akibat masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan dan kurangnya tenaga kesehatan. Untuk bidan saja, Pandeglang hanya memiliki 283 bidan untuk melayani 355 desa. “Masyarakat juga masih sangat percaya terhadap dukun paraji,” katanya.

Di tempat berbeda, Wakil Ketua Komisi A DPRD Pandeglang, Akhsan Syukroni mengatakan, masih tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, selain karena faktor pengetahuan dan ekonomi, juga akibat kurangnya sosialisasi yang dilakukan dinas terkait. Untuk itu, ia meminta Dinkes mengoptimalkan tenaga yang dimiliki dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Berita Lain

  • Minimalisir Beredarnya Ijasah Palsu, KPU Pandeglang Perketat Verifikasi
  • IPPNU Gelar Seminar ESQ
  • Terminal Pakupatan Menghawatirkan
  • ANGGOTA DPRD PANDEGLANG SIAP-SIAP DIPERIKSA
  • Shalat Ied di Masjid Al Amjad Kabupaten Tangerang. Saatnya Merenungkan Kembali Ke-Islaman Kita

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle