Kafilah Banten Diduga Bukan Pribumi
Harapan salah seorang juara MTQ Banten 2007 Endin Saefudin agar kafilah Banten di ajang MTQ Nasional XXII mengutamakan pribumi alias para juara MTQ Banten 2007, bukan qori dari luar daerah, rupanya kandas sudah. Terbukti Banten telah menetapkan kafilahnya sebanyak 40 orang, sedangkan Endin Saefudin sebagai juara II MTQ Banten 2007 bidang sarhil Qur’an justru tidak pernah dikonfirmasi.
“Jangankan diajak atau diikutkan, dikonfirmasi atau diundang saja tidak pernah,” kata Endin Saefudin ketika dikonfirmasi ulang tentang harapannya, oleh Koran Banten, Jumat (18/4).
Kekhawatiran Endin bahwa kafilah Banten mengambil qori dari luar Banten boleh jadi menjadi kenyataan. Endin sendiri mengaku menemui pengalaman tentang pengambilan qori luar daerah itu pada ajang MTQ Banten 2007. Ia yang seharusnya mewakili Kabupaten Serang ternyata tidak diikutsertakan, justru Kabupaten Serang mengambil kafilah dari luar Kabupaten Serang.
“Saya berharap hal itu tidak terjadi di tingkat nasional. Banten harus mengutamakan qori-qoriah pribumi yaitu diseleksi atau diambil dari para juara MTQ tingkat provinsi untuk diikutkan dalam MTQ Nasional XXII,” kata Endin Saefudin.
Tapi apa daya, harapan Endin tinggal harapan. Kafilah Banten sudah ditetapkan sebanyak 40 orang. Mereka akan diberikan pemusatan pembinaan di Hotel Wisata Serang, berbeda sekali dengan kafilah luar Banten yang diberi tempat di hotel-hotel di kawasan Anyer.
Sayangnya para pembina kafilah Banten yang ditunjuk, enggan berkomentar banyak tentang proses seleksi kafilah Banten tersebut. H. Humaedi Hambali misalnya, saat ditanya hasil rapat kafilah di Hotel Wisata, Rabu (16/4) hanya menjelaskan dirinya tidak mengikuti rapat tersebut sampai selesai karena ada kegiatan lain yang harus diikutinya. Begitu juga Tb. Hudori, sekretaris Ikatan Qori Banten (Iqoba) yang ditunjuk sebagai Pembina qori kafilah Banten, tak bisa dihubungi karena nomor hanphonenya tak aktif lagi.
Ketua LPTQ Banten H. Asmuni saat dikonfirmasi tentang pembinaan kafilah Banten kepada Koran Banten menjelaskan, kafilah Banten sudah mulai dilakukan pembinaan dan dipusatkan di Hotel Wisata. Ia tidak mau menanggapi berbagai komentar miring tentang seleksi kafilah Banten maupun proses pembinaan kafilah Banten yang dinilai berbagai kalangan agak lamban.
Timpang
Penempatan kafilah Banten dengan kafilah luar Banten dinilai berbagai kalangan sangat timpang. Kafilah Banten ditempatkan di hotel-hotel di Serang, sedangkan kafilah luar Banten ditempatkan di kawasan Anyer.
Peserta MTQ Nasional XXII dari daerah lain sempat mengungkapkan kekhawatirannya terlambat datang ke lokasi pada pelaksanaan MTQ karena hotelnya yang cukup jauh di kawasan Anyer. Selain itu, sarana jalan jugadinilai tidak mendukung sehingga dikhawatirkan mengurangi stamina para kafilah luar daerah.
Ketua Pelaksana Harian MTQ Nasional XXII Muhadi mengatakan, peserta dari luar daerah yang ditempatkan di kawasan Anyer tidak perlu takut terlambat ke lokasi lomba karena selain keberangkatan dikawal petugas pengawal juga akan menempuh jalur alternatif yakni jalur Mancak-Gunungsari-Taktakan.
Sedangkan penempatan kafilah Banten di kawasan Serang, kata Muhadi, dilakukan untuk menekan biaya penginapan. “Itu merupakan salah satu bentuk penghematan yang diupayakan oleh pemprov,” ujar Muhadi pada rapat koordinasi di aula Pemprov, Selasa (15/4). (aan)
Tulis Komentar