• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Kabupaten Serang
13 Mei 2008 | Utama

Pungli di GPKTKI

Tangerang – Meski Gedung Pendataan Tenaga Kerja Indonesia (GPKTI) dijaga ketat oleh Satuan Pengamanan Kepulangan (SPK) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), diduga di lokasi ini terjadi pungli yang meresahkan para pengemudi Angkutan Kepulangan Tenaga Kerja ke daerah asal.

Dari pemantauan Koran Banten dan beberapa wartawan Rabu (7/5) sore, di GPKTKI, masih terlihat aktifitas beberapa orang yang melakukan pungli. Anehnya tidak ada tindakan dari petugas. Beberapa wartawan yang akan melakukan pemantauan di lokasi tersebut tidak diijinkan masuk.
Beberapa orang berpakaian hitam-hitam langsung mencegat kendaraan wartawan yang bertujuan melakukan konfirmasi. “Harus ada surat dari BNP2TKI. Ini daerah steril yang tidak boleh dimasuki sembarang orang,” ujar seorang berbaju hitam tanpa tanda pengenal.
Salah seorang pengusaha angkutan yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan “Kita semua di sini lagi serba sulit, apalagi para pengemudi yang nariknya hanya satu minggu sekali, mereka uang darimana untuk terus bayar pungli preman tersebut, untuk kasih makan keluarganya saja sudah pada mengeluh, apa bila harus minta lagi sama TKI, kan malah jadi masalah baru,” keluhnya.
Seorang wartawan yang sempat masuk ke daerah tersebut mengaku, ketika dia melakukan pemantauan kurang lebih dua jam, tiba-tiba ada seorang anggota keamanan menegur dan mengatakan, “Apa benar Bapak dari wartawan. Kalau benar, Bapak dipanggil Pak Ucok,” kata anggota keamanan tadi.
Lalu si wartawan dibawa ke salah satu ruangan dan di interogasi. “Apakah Anda seorang wartawan? Kenapa Anda bisa masuk tempat ini, padahal Anda tidak mempunyai kartu khusus masuk GPKTKI,” katanya menirukan pertanya Ucok.
Belum sempat menjawab pertanyaan Ucok, tiba tiba Kepala SPK, H Rochman, masuk ruangan dan juga menanyakan pertanyaan yang sama. “Kalau tidak punya kartu khusus masuk, silahkan sekarang juga Anda keluar. Boleh kembali lagi setelah mendapatkan ijin tertulis,” tiru si wartawan.
“Kalau benar BNP2TKI adalah selaku keamanan, sudah selayaknya sesegera mungkin melakukan tindakan tegas terhadap premanisme yang beroperasi di tempat steril,” ungkap Ketua Umum LSM ANTARA, Biston Panjaitan, SH.
“Bila Kepala SPK adalah seorang polisi seharusnya jangan tutup mata dengan maraknya preman di tempat itu. Bila orang yang bertanggung jawab atas keamanan di gedung tersebut tidak dapat memberantas praktek premanisme di GPKTKI, sebaiknya BNP2TKI segera melakukan penggantian, untuk apa dia disana kalau hanya melindungi pungli,” tegas Biston.(man)

Berita Lain

  • Mengembalikan Kejayaan Banten Dengan “Waterfront City”.
  • LSM Siklus Minta Aparat Hukum Selidiki Tender Alkes
  • Situs Diblokir, Pemprov Banten Gerah
  • Pembangunan Jalan Kawasan Pertumbuhan di Desa Kilasa Kec. Kasemen Rampung
  • Indomaret Kebobolan

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle