Proyek Patok Kilometer Jalan Diduga Dikorupsi
Proyek pengadaan dan pemasangan patok kilometer program Tahun 2007 yang diperuntukan sebagai sarana tertatanya sistem informasi jalan diduga di-mark up oleh sejumlah pejabat yang berada di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten. Pasalnya pengadaan patok jalan tersebut dinilai harganya terlalu tinggi dan tidak realistis.
Anggota Badan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (BP3B) Aang Kunaefi menduga pengadaan patok jalan tersebut sarat dengan korupsi. Menurutnya, harga patok tersebut tidak begitu mahal.
“Harga patok jalan biasanya tidak begitu mahal. Biasanya proyek pengadaan tersebut ada permainan, kalau tak ada permainan tak mungkin patok yang hanya tingginya 1 meter saja bisa mencapai Rp4 jutaan,” tandasnya.
Hasil pantauan BP3B Aang, patok jalan yang dipasang pada tahun 2007 tersebut kondisinya sudah banyak yang rusak. Kondisi patok jalan mirip dengan tugu yang dibangun ratusan tahun silam sehingga tidak jelas. Hal ini menandakan patok yang dibuat tersebut tidak berkualitas.
“Mungkin saja waktu pemesanan tidak direncanakan terlebih dahulu. Sehingga dalam pembuatan patok tersebut kurang adukan atau semen. Terkesan asal jadi dan akhirnya mudah rusak,” ungkapnya.
Menurutnya, harga pasaran untuk patok jalan tidak semahal yang sekarang sudah dilaksanakan tahun 2007. “Saya pernah nanya kepada orang yang biasa buat bahan dari beton. Patok yang kecil harganya hanya Rp 60 ribu, sedangkan ukuran besar dan tinggi 1 meter hanya Rp160 ribu,” ungkapnya.
Pengadaan dan pemasangan patok kilometer tersebut diperuntukan pada ruas jalan wilayah Pandeglang dan Lebak, di antaranya ruas jalan Cadasari sampai Pandeglang, ruas jalan Maja sampai Koleang, pada ruas jalan Cibaliung-Sumur dan wilayah Lebak pada ruas jalan Warung Gunung sampai Gunung Kencana terus sampai ke Malingping serta untuk jalan wilayah selatan Kabupaten Lebak. (hid/ver)
Tulis Komentar