Cilegon Diambang Perang Gerilya, Bila PT KS Dijual Pada Perusahaan Asing
Rencana pemerintah yang akan menjual PT Krakatau Steel kepada pihak asing terus menuai kontroversi. Sebagian besar masyarakat Cilegon berpendirian menolak rencana pemerintah itu. Bahkan, ada pula yang mengancam akan “berperang” bila pemerintah membiarkan pihak asing menguasai PT Krakatau Steel.
Sebagian besar masyarakat Cilegon tidak rela bila perusahaan baja yang selama ini dibangga-banggakan sebagai aset Cilegon, Banten bahkan nasional diberikan kepada pengusaha asing. Menurut mereka, hal itu bisa memicu sentimen negatif terhadap keamanan di kota yang memang dikenal sebagai Kota Baja itu. Kepemilikan asing, mereka anggap sebagai sebuah penjajahan dan bentuk kemenangan kapitalisme terhadap budaya religius yang selama ini berkembang di Cilegon.
Lukman Harun, salah seorang tokoh ulama Cilegon menyatakan, ketimbang membiarkan pihak asing menguasai PT KS, dirinya menyatakan lebih baik “berperang”. Menurutnya hal itu lebih baik daripada harus membiarkan pengaruh-pengaruh asing semakin mengotori Kota Cilegon.
“Selama ini, pengaruh asing sudah merusak tatanan moral, sosial dan ekonomi Kota Cilegon. Kalau PT KS pun yang merupakan kebanggaan nasional dipindahtangankan pada pihak asing, semakin hancur kehidupan wong Cilegon. Bila itu terjadi, kami siap berperang,” tegas pengelola Pesantren Al Furqon kepada Koran Banten.
Meski demikian, Lukman membantah bila perang yang akan dilakukannya adalah perang terbuka. Menurutnya, perang tidak harus berbentuk perlawanan fisik, selama cara-cara lain seperti diplomasi masih bisa ditempuh. Namun, bila hal itu tidak dapat ditempuh, ia menyarankan lebih baik pemerintah menutup PT KS. Menurutnya,ada atau tidak ada PT KS, masyarakat Cilegon tetap bisa hidup, walaupun hanya makan dedak dan daun singkong.
Lukman menambahkan, selama ini pemerintah telah banyak berbuat kesalahan kepada rakyat Cilegon terkait keberadaan PT. KS. Ia mencontohkan, selama ini janji-janji pemerintah tentang pemberdayaan masyarakat Cilegon di PT KS tidak pernah terbukti. Padahal, pemerintah menjanjikan bahwa pekerja PT KS, 70 persennya akan diisi oleh orang Cilegon. Pada kenyataannya, pekerja yang merupakan masyarakat Pribumi Cilegon hanya segelintir orang.
Kalau pemerintahan memaksakan rencananya menjual PT KS pada pihak asing, Lukman menuding pemerintahan SBY-JK telah menghianati bangsanya sendiri. Sebab, yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di PT KS, bukan malah lepas tangan dengan menjualnya.
“Oleh karena itu presiden dan wakil presiden jangan mengambil kebijakan yang salah. Kami lebih baik mati syahid daripada jadi bangkai yang diinjak-injak bangsa asing,” cetusnya dengan nada berapi-api.
Selain dari tokoh ulama, kalangan politisi di Kota Cilegon juga sepakat unutk menolak penjualan PT. KS kepada pihak asing. Hardawi, anggota DPRD Cilegon dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas menyatakan, DPRD Cilegon telah menyepakati untuk menolak rencana penjualan PT. KS.
Hal senada juga diungkapkan sekretaris Fraksi PKB, Ahmad Asgori. Ia menolak rencana tersebut mengingat sejauh ini pengorbanan Cilegon terhadap perusahaan tersebut sudah sangat besar.
Menurutnya, lahan yang sekarang dimiliki PT KS meruapakan lahan milik masyarakat Cilegon yang menjualnya dengan harga murah karena berharap keberadaan PT KS akan mengurangi pengangguran di wilayah itu.
“Apalagi, PT KS sudah menjadi ciri khas bagi Kota Cilegon sebagai kota baja,” imbuhnya.
Apel Akbar
Di tempat terpisah, guna menolak rencana penjualan PT KS pada pihak asing, ribuan masyarakat Cilegon menggelar apel akbar di lapangan Helypad KS, Cilegon Kamis (29/5) lalu. Ribuan warga yang tergabung dalam organisasi kepemudaan, perguruan silat, MUI, perkumpulan tukang ojeg, asosiasi profesi, majelis taklim, dan sejumlah organisasi buruh se-Kota Cilegon.
Fakih Usman, yang menjadi koordinator dalam apel akbar ini menyatakan, privatisasi merupakan satu langkah yang akan sangat menyakitkan masyarakat Cilegon. Pertimbangannya, pengorbanan masyarakat Cilegon terhadap keberadaan PT. KS sudah sangat besar. Selain itu, PT. KS juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan rakyat Cilegon dalam memperjuangkan kesejahterannya.
“Bila pemerintah berkeras menjual PT. KS pada pihak asing, saya tidak akan menahan ribuan warga Cilegon yang berniat membanjiri Jakarta untuk mendesak pemerintah pusat untuk menolak rencana penjualan PT. KS,” ancam Fakih seraya disambut dengan ucapan setuju dari ribuan warga yang menghadiri Apel akbar itu.
Sementara itu, unsur muspida Kota Cilegon juga menyatakan kesepakatannya memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk menolak rencana penjualan PT. KS kepada pihak asing. Masing-masing akan menyalurkjan aspirasi masyarakat sesuai jalurnya masing-masing. Walikota Cilegon, Aat Syafaat akan menyampaikan aspirasi itu kepada Menteri dalam Negeri, sedangkan pihak DPRD Kota Cilegon akan memperjuangkannya melalui DPR-RI. (3nk/Rom/Lil/Ris)
“PERANG BUKANLAH SOLUSI”. Masyarakat CILEGON saya akui punya potensi & kreasi. Dari setiap permasalahan yg ada pasti ada sebab & akibat, & kita harus menanyakan mengapa & kenapa. Saya pribadi dari tangerang mencintai CILEGON bukan karna adanya KS.