Depag Lebak Coret Pesantren Salafiah Fiktif
Rangkasbitung – Rumor santer mengenai banyaknya Pesantren Salafiah yang mengadakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari Program Wajardikdas di Kabupaten Lebak banyak yang fiktif, membuat Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Lebak turun langsung kelapangan untuk mengecek Pesantren Salafiah yang melaksanakan KBM dan mendapatkan Biaya Operasional Siswa dari pemerintah .
“Setelah saya terjun langsung ke tiap Pesantren Salafiah yang tersebar di Kabupaten Lebak yang mengikuti program Wajardikdas, terbukti banyak Pesantren Salafiah yang fiktif. Jadi rumor tersebut memang benar tapi tidak semua pesantren salafiah fiktif,”. aku H Amat Saepudin, Kepala Kandepag Kabuapten Lebak,
Masih menurut Amat, hasil survei di lapangan, membuktikan hampir 200 pesantren salafiah yang dicoret pada tahun 2008 ini, sisanya 400 pesantren salafiah tapi jumlah tersebut belum final. Belum semua pesantren salafiah disurvei. “Sejauh ini pesantren salafiah yang kami coret, tidak bisa diberi sanksi. Kami tidak ada untuk kewenangan memberikan sanksi hukum, karena bukan tugas kami,” ungkapnya
”Kami sudah turun ke tiap pesantren dan banyak pesantren yang sudah dicoret seperti di Kecamatan Panggarangan sudah tidah ada satu pun, di Kecamatan Bayah tinggal satu,” pungkasnya.(ver)
Tulis Komentar