• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Kabupaten Serang
23 Juli 2008 | Editorial

Bersiap Hadapi Paceklik

Musim kemarau mulai terasa di Serang dan sekitarnya. Selain mulai jarang terjadi hujan, beberapa warga mulai mengeluh kesulitan air bersih untuk untuk aktivitas sehari-hari. Di beberapa komplek perumahan, warga harus sabar menunggu tetangga mematikan pompa airnya untuk mengisi tandon airnya.

Kesulitan air bersih semakin terasa ketika PLN memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir. Ketika aliran listrik mati, warga yang tidak tahu jadwal pemadaman bergilir kelabakan memenuhi kebutuhan air bersihnya. Ketika listrik kembali menyala atau mengalir, menghidupkan pompa air menjadi tujuan pertama untuk mengisi tandon air yang kosong. Akibatnya, baru beberapa pompa air menyala, air sumur pun habis tersedot.

Kebanjiran di musim hujan, kekeringan di musim kemarau menjadi siklus yang kini harus dihadapi warga. Tidak hanya pada pemenuhan air bersih untuk keperluan rumah tangga, para petani pun kini harus terbiasa dengan kondisi ini dalam menggarap lahannya. Tanaman padi bisa mengalami gagal panen atau puso karena terendam air banjir maupun karena kekeringan.

Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tanpa didukung fasilitas irigasi teknis yang memadai, petani bakal kelabakan biaya produksi untuk mengairi sawahnya dengan mesin diesel pompa air memanfaatkan sumur pantek maupun air sungai yang mulai mengering.

Masyarakat tidak hanya bakal dihadapkan dengan mahalnya harga kebutuhan sehari-sehari. Ketersediaan kebutuhan sehari-hari pun bakal menjadi masalah tersendiri dengan adanya kondisi seperti ini. Kebutuhan bahan pokok terutama pangan, air, bbm dan listrik bisa jadi bakal menjadi bahan perbincangan sehari-hari bahkan isu yang bakal gampang diletupkan di tengah masyarakat.

Meski program beras untuk rakyat miskin (raskin) dan bantuan langsung tunai (blt) digulirkan oleh pemerintah, bisa menjadi siraman sesaat di tengah kondisi seperti saat ini.

Meski bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang gampang beradaptasi, terbukti dengan berbagai legenda di masyarakat, tidak lantas kondisi ini bakal memperingan atau menghilangkan keharusan para pengelola kebijakan dan pejabat publik dalam bersiap menghadapi kondisi yang lebih buruk di kalangan warganya. Mayoritas masyarakat merupakan warga yang masih sangat rentan terhadap perubahan daya beli.

Ada kearifan lokal masyarakat yang kini perlu ditumbuhkan lagi oleh para penglola kebijakan maupun pejabat publik. Di beberapa wilayah, masyarakatnya selalu menyimpan sepertiga hasil panennya untuk persiapan di musim paceklik. Tidak hanya untuk menghadapi kekeringan, simpanan ini jugua untuk megnhadapi perubahan harga atau inflasi yang terus mendesak nilai tukar rupiah terhadap barang.

Di beberapa wilayah yang kurang subur, selain menyimpan hasil panennya. Mereka juga menyimpan bahan pangan alternatif untuk komsumsi di musim paceklik. Menyimpan gaplek untuk dibuat nasi tiwul, jagung kering untuk dibuat nasi jagung maupun sagu yang tahan lama telah dilakukan oleh masyarakat di wilayah yang kondisi tanahnya kurang subur.

Nampaknya, persiapan menghadapi musim kemarau kali ini harus dipersiapkan dengan matang. Tidak jauh beda ketika menghadapi musim hujan sebelumnya dengan banjirnya.

Berita Lain

  • Walikota Tangerang Berikan Piagam Penghargaan kepada UPTD dan SKPD Terbaik
  • Warga Keluhkan Bau Sampah
  • Kualitas dan Kuantitas Raskin Dikeluhkan Penerima
  • Cucu Maryam, Pemilik Salon Bintang
  • Kasus Pilkada Lebak, Keputusan di PT Banten

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle