PT Talenta Karya Prima Launching Bio Green Land
Guna menjawab kebutuhan para petani akan pupuk berkualitas skaligus ramah lingkungan, PT Talenta Karya Prima (TKP) melaunching pupuk Bio Green Land. Pupuk ini merupakan pupuk organik yang berasal dari blotong—limbah hasil rafinasi pada pabrik gula—.
Menurut Direktur Utama PT TKP, Rosyid Haerudin, pupuk Bio Green Land lahir dari pemikiran panjang terkait banyaknya keluhan masyarakat yang menilai blotong sebagai limbah yang tidak berguna dan mengganggu. Dengan penanganan dan pengolahan yang memakan waktu cukup lama, akhirnya blotong dapat disulap menjadi sesuatu yang berguna, terutama utuk emningkatkan kualitas pertanian di Indonesia, khususnya di Banten.
Rosyid yang merupakan lulusan Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang itu, menyatakan, Bio Green Land merupakan pupuk kompos dari blotong yang memiliki kandungan unsur hara yang nyaris lengkap. Hal itu sesuai dengan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Bahkan, dengan pupuk ini penggunaan pupuk kimia pada tanaman dapat dikurangi hingga 50 persen.
“Meskipun dari sisi biaya tidak terlalu jauh berbeda, tapi dalam jangka panjang pupuk kompos dapat membantu memperbaiki struktur tanah dibanding dengan pupuk kimia,” papar Rosyid.
Lebih lanjut, Rosyid menjelaskan, kapasitas produksi awal yang dihasilkan PT TKP mencapai 25 ton per shift. Saat ini, perusahaan yang beroperasi di Ciwandan – Cilegon itu baru memberlakukan dua shift produksi. Namun, jika memungkinkan, perusahaan akan menambahkannya menjadi tiga shift.
“Kami juga berharap, berproduksinya pabrik pengolahan limbah ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, baiks secara langsung maupun tidak langsung,” imbuh pengusaha muda yang juga menduduki jabatan strategis di berbagai perusahaan besar di Cilegon itu.
Salut
Sementara itu, penemu biostarnon—zat yang digunakan untuk pembuatan Bio Green Land—Prof. Wahono, menyatakan kesalutannya pada PT TKP yang berhasil memproduksi pupuk kompos dengan kandungan PH yang sangat tinggi. Menurutnya, pupuk Bio Green Land mengandung PH mencapai 8 PH.
“Saat ini belum ada yang meproduksi pupuk Organik yang memilki PH setinggi itu, biasanya rendah sekitar 5 sampai 6,” ungkapnya.
Menurut Wahono Pupuk Bio Green Land mengandung PH tinggi karena diproduksi dari limbah pabrik gula yang diproduksi secara karbonatasi, sehingga memiliki ion hidrosi tinggi dan ion hydrogen cukup rendah. Melihat asalnya Bio Green Land, Wahono mengaku tertarik karena di Indonesia belum pernah ada pupuk seperti itu, karena memang bahan organik di dalam tanah saat ini sangat rendah. Sedangkan pupuk ini mengandung organik sangat tinggi untuk membenahi tanah.
Menurut Wahono, saat ini kadar PH dan organik lahan rendah dengan hanya mencapai 2,5 – 4 PH. Padahal, untuk menghasilkan tanaman yang baik, lahan pertanian harus memiliki kadar PH 6 sampai dengan 7.
“Lahan kita saat ini sudah setengah mati karena sudah belebihan pupuk kimia, yang digunakan terus menerus dalam waktu yang cukup lama. Sehingga bahan organic di dalam tanah sudah rendah,” papatr Prof. Wahono, penemu pupuk organik yang berasal dari rafinasi blotong itu.
Untuk meningkatkan kadar PH itulah, perlu adanya peningkatan PH tanah agar tanah menjadi subur. Kedua bahan tersebut (PH dan Organic) adalah bahan yang terdapat di dalam tanah yang diproduksi oleh mikroba dengan sistem pelapukan mikroba di dalam tanah. Menurut Wahono, pupuk Bio Green Land yang diproduksi oleh PT TKP sangat memenuhi syarat untuk meningkatkan kadar PH maupun Organik.
Keuntungan Lain
Wahono menjelaskan beberapa keuntungan penggunaan Bio Green Land dibanding pupuk kimia. Menurruntya, saat ini pupuk kimia mengalami kendala karena bahan baku untuk memproduksi pupuk kimia semakin berkurang. Sehingga tak jarang petani kesulitan untuk mendapatkannya. Jika ada, harganya sudah lebih mahal. Selain itu, pupuk kimia juga memiliki sifat mengganggu tanah. Karena semakin banyak dipakai, kualitas tanah akan semakin menurun. Pupuk Kimia juga dituding sebagai penyebab rendahnya produktifitas pertanian, karena akar tumbuhan yang hidup ditanah tidak efektif menyerap unsur hara, baik makro maupun mikro.
Kemampuan akar untuk menyerap makanan dari dalam tanah tergantung dari bahan organik di dalam tanah. Sedangkan saat ini kemampuan akar hanya 20 persen. Jadi jika petani memberi pupuk sebanyak 1 ton, pupuk kimia yang dapat diserap oleh akar hanya 200 kg. Namun, jika petani mampu meningkatkan kandungan organik pada lahan hingga lima persen, penggunaan pupuk kimia menjadi semakin rendah.
“Contohnya pupuk di Jawa Timur dan Jawa Tengah PH-nya rendah, sedangkan di Banten lebih baik karena memiliki PH dan organik tinggi, jadi keduanya dapat membenahi tanah. Pupuk Bio Green Land juga cocok untuk tanah kita, mungkin kalau untuk tanah jenis gambut sangat cocok sekali,” cetusnya.
Disambut Antusias
Sementara itu, Ketua Kadin Cilegon menyambut gembira hadirnya pupuk Bio Green Land. Menurutnya, di tengah kondisi Indonesia yag saat ini sering mengalami krisis pupuk, Bio Green Land ini terobosan baru. Karena selama ini bahan baku pupuk Bio Green Land adalah Blotong. Blotong merupakan limbah gula yang selalu menjadi permasalahan, ketika di Cilegon terdapat tiga pabrik gula.
“Kadin juga bigung mencarikan solusinya, akhirnya saya bisa bertemu prof Wahono sehingga Blotong bisa bermanfaat. Itulah sebabnya Pupuk Bio Green Land diciptakan, untuk membantu secara nasional. Walaupun hanya Satu langkah dapat membatu dalam keadaan krisis pupuk saat ini,” papar tokoh yang akrab dipanggil Haji Sam ini.
Selain itu, Haji Sam juga berharap terobosan ini juga tak hanya dapat membantu petani, melainkan juga dapat bermanfaat bagi pelestarian lingkungan. Karena, selain dibuat dari bahan organik, pupuk ini juga dapat memperbaiki kualitas lahan pertanian.
“Semoga pupuk ini bisa bermanfaat sesuai dengan namanya Bio Green Land,” cetus Sam.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Agus Widodo. Menurutnya blotong merupakan salah satu permasalahan yang harus dicarikan solusiya. Mengingat limbah itu banyak dikeluhkan masyarakat. Di Cilegobn, pabrik gula setiap harinya menghasilkan 80 meter kubik per hari. Jika limbah tersebut tidak dikelola dengan baik akan berasalah yaitu akan mencemari lingkungan.
“Saya senang sekali PT TKP dapat mengola limbah blotong tersebut. Yang berasal dari zat Mikroboilois dan kompos,” katanya. (RIS)
Tulis Komentar