Bedol Pamarayan Tradisi Tahunan
Seperti biasanya, jika bulan oktober telah datang, maka tradisi bedolan selalu dilaksanakan di Bendung Pamarayan. Meskipun tak ada yang tahu pasti sejak kapan tradisi ini muncul, pelaksanannya sudah menjadi tradisi turun temurun bagi warga di sekitar bendung.
Dalam tradisi bedolan ini, ribuan masyarat yang berasal dari sekitar bendung dan daerah-daerah lain di sekitarnya turun ke dalam bendungan untuk menangkap ikan. Ritual ini dimulai ketika pintu bendung mulai dibuka, yang biasanya dilakukan oleh kepala daerah setempat.
Tahun ini, Bupati Serang menandai dibukanya pintu bendung dengan menekan tombol sirine.
“Tradisi bedol Pamarayan tahun ini termasuk dalam rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Serang Ke-482,” kata Taufik seusai menekan tombol sirine.
Pintu Bendung Pamarayan dibuka sekira pukul 10.00 WIB, ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah langsung turun ke lokasi bendung untuk mencari ikan. Dengan peralatan sederhana, mereka beradu nasib menangkap ikan yang mulai terlihat akibat pengeringan.
Begitu sirine berbunyi, masyarakat pun masuk ke dalam bendung secara berbondong-bondong. Warga yang kebanyakan datang bersama keluarganya itu tak mau bila tak kebagian ikan yang memang banyak terdapat di dalam bendung. Mereka yang sudah bersiap-siap sejak pukul 08.00 WIB dengan membawa berbagai peralatan penangkap ikan langsung nyebur dan mulai menangkapi ikan.
Tradisi tahunan yang dikenal warga bedol Pamarayan ini mendapat perhatian dari warga sekitar lokasi. Area bendung menjadi ramai karena dipadati warga yang ingin menyaksikan tradisi tersebut.
Menurut Sarbani , salah seorang warga asal Pamarayan, tradisi bedol Pamarayan sudah dilakukan sejak masa penjajahan Belanda.
“Saya tidak tahu asal usul adanya tradisi ini sejak dulu bedol bendung selalu dilaksanakan pada bulan oktober” ungkap Sarbani
sarbani mengatakan, setiap bedol Pamarayan dilakukan maka sudah dipastikan ribuan warga akan mendatangi tempat ini untuk mencari ikan.
“Kalau bendungnya dikeringkan maka ikannya pada mabok, nah ini kesempatan yang hanya terjadi setahun sekali makanya kami selalu datang,” katanya seraya mengaku selalu datang setiap bedol Pamarayan dilakukan.
ditempat yang sama sohana warga Catang, menuturkan, bahwa ia selalu datang bersama keluarga setiap bedol Pamarayan digelar. “Lumayan pak, kalau nasibnya lagi bagus bisa dapat ikan hingga 20 kilogram,” kata sohana yang mengaku tidak tahu silsilah tradisi bedol Pamarayan. (NUR)
koq dak da gmbar c…..