Tujuh Bulan Raskin Tak Kunjung Tiba
Pandeglang - Hampir tujuh bulan lebih, beras untuk rakyat miskin (raskin) di Kabupaten Pandeglang belum juga turun. Menurut dugaan, belum turunnya beras lantaran Pemkab Pandeglang mempunyai tunggakan hutang ke Bulog Banten.
Menurut pengakuan H.Asep, warga Mendalawangi kepada Koran Banten, sejak raskin diterapkan secara gratis oleh Pemkab Pandeglang, hingga sekarang raskin yang diharapkan sampai kini tidak nampak batang hidungnya di daerahnya. “Sebelum diberlakukan secara gratis, penyaluran beras raskin tepat waktu. Namun setelah di gratiskan malah tidak turun-turun, padahal rakyat sangat membutuhkan,” paparnya.
“Kalau memang pemkab tidak mampu membayar kembalikan saja ke rakyat. Selama ini rakyat mampu membeli beras murah,” tegasnya.
“Saat menjelang lebaran lalu, rakyat sangat mengharapkan beras murah. Sebaliknya, beras murah tak kunjung tiba,” ujar Asep.
Senada juga diungkapkan Tb.Awing, warga Pandeglang.”Raskin selama tujuh bulan belum juga turun, padahal rakyat sangat membutuhkan. Sebelum raskin digartiskan penyaluran beras cukup baik,” paparnya.
“Kenapa harus digratiskan, padahal rakyat masih mampu membeli beras. Setahu saya, raskin yang digratiskan hanya di Pandeglang,” ungkapnya heran.
Kepala Desa Kurung Kambing, Sarmani ketika minta komentarnya membenarkan apa yang dikatakan warga. ”Benar apa yang diucapkan para warga. Selama tujuh bulan lebih raskin belum juga turun. Saya lebih setuju kalau program raskin dibiayai oleh rakyat alias tidak digratiskan,”ucapnya.
Kepala Bagian Perekonomian dan BUMD Setda Kabupaten Pandeglang, Drs.H.Dadan Tafif Daniel ketika hendak ditemui Koran Banten tidak berada di tempat. “Bapak sedang rapat dinas,” jelas stafnya.(boe).
Tulis Komentar