• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Kabupaten Serang
10 Nopember 2008 | Opini

BUDAYAKAN MEMBACA

Oleh : Fitriani Fazriah, Mahasiswa Untirta
Kita semua tentu sangat familiar dengan pribahasa “Buku adalah jendela dunia”, sebuah peribahasa yang mencoba mendobrak budaya malas membaca. Tak bisa dipungkiri bahwa malas membaca sudah menjadi masker plastik pendidikan di Indonesia khususnya di provinsi Banten. Ada jutaan alasan yang dilontarkan untuk menutupi kemalasan tersebut, contoh ”tameng” yang paling sering kita dengar diantaranya adalah, tidak punya waktu untuk membaca atau ada pula yang menjadikan harga buku yang mahal sebagai akar masalahnya.

Padahal jika kita cermat dan mau membunuh rasa malas tersebut, ada banyak tumpukan buku di perpustakaan yang dapat dibaca secara cuma-cuma, terlebih kini telah ada perpustakaan keliling sebagai alternatif lain. Namun sayangnya, hingga saat ini minat baca masyarakat terutama warga Serang masih relatif rendah bila dilihat dari banyaknya pengunjung yang datang ke Perpusda Serang, belum lagi jika ditinjau dari kepentingan apa mereka datang ke perpustakaan. Ada yang datang hanya untuk mencari referensi tugas sekolah/kuliah, ada yang hanya datang untuk membaca komik, bahkan ada yang hanya datang untuk ”ngadem” dari panasnya Kota Serang.

Dapat kita pahami, bahwanya masyarakat belum mengerti akan esensi membaca. Padahal dengan membaca kita akan menjadi manusia yang tahu dan bukan menjadi manusia yang sok tahu. Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini juga merupakan kontribusi dari membaca ? Soekarno, Hatta, Kihajar Dewantara, Bung Syahrir dan tokoh – tokoh perjuangan yang lain banyak mendapat inspirasi kemerdekaan dari apa yang mereka baca.

Lalu, masih ingatkah anda pada perintah Allah swt yang merupakan wahyu pertama untuk Muhammad manakala dilantik menjadi nabi? Ya, ”Iqro” : Bacalah. Surat Al – alaq ayat 1 -5 ini semakin menguatkan bahwa membaca merupakan salah satu unsur penting dalam membangun peradaban manusia. Hal ini juga harusnya dapat menyadarkan kita tentang betapa pentingnya membaca, betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan informasi bagi kehidupan kita.

Ditengah era globalisasi seperti ini tantangan semakin besar, isu budaya, politik, ekonomi, sosial, agama dan lain sebagainya harus dihadapi dengan daya nalar dan kemampuan yang tinggi. Tanpa pengetahuan kita hanya akan menjadi penonton yang tidak mengerti dengan lakon yang terjadi dan hanya bisa gigit jari.

Sebagai contoh: krisis global yang menjadi headline media cetak dan elektronik saat ini hanya akan membuat kening kita berkerut tak mengerti, mengapa krisis yang terjadi di Amerika menjadikan Negara - negara di dunia panik dan menjadi krisis global?

Tentunya apabila pengetahuan kita luas, kita tidak akan terjebak oleh kata “mengapa”, tapi sudah sampai pada tahap “mencari solusi”, mengkontribusikan hasil pemikiran kita agar dapat mengurangi dampak atau bahkan menghentikan krisis global yang sedang terjadi agar tidak menjebloskan kita pada keadaan masa lalu, ketika krisis moneter 1997 yang begitu dahsyat menghantam pertahanan ekonomi negara kita.

Membaca buku adalah pelatihan diri yang hebat, penuh dengan teknik yang bermanfaat dan sumber inspirasi untuk meraih kehidupan yang kita inginkan. Cobalah untuk tidak hanya membaca tapi juga mempelajari dengan seksama. Kaji lah setiap buku yang kita baca, pelajari konsep-konsep yang terkandung didalamnya kemudian berusahalah untuk mengaplikasikannya dalam setiap aspek kehidupan kita, telebih saat ini telah banyak buku sangat relevan dengan tujuan hidup manusia. Dengan begitu kita akan menemukan sinergi antara nilai buku yang kita baca dengan kualitas kehidupan kita. Kita akan merasakan kenikmatan seni membaca dan ini akan menjadikan membaca sebagai sebuah kebiasaan yang akan membuat kita merasa ketergantungan akan membaca. Kebiasaan yang sangat menguntungkan dan mendatangkan banyak manfaat.

Ada beberapa cara untuk menemukan inti dari apa yang kita baca sehingga kita mendapatkan manfaat membaca, yaitu :
1. Membaca dan mengkaji secara individual. Maksudnya cobalah mensisihkan waktu untuk membaca, memahami konsep-konsep yang terkandung didalamnya dan coba komentari lalu coba aplikasikan dalam kehidupan nyata.
2. Membaca dan mengkaji secara kolektif, hal ini bisa kita lakukan bersama rekan/teman. mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung didalam buku yang kita baca dengan tidak memasung analisa masing-masing individu, karena dengan begitu pesan yang disampaikan penulis dalam bukunya akan lebih mudah dipahami dan akan semakin kaya nilainya.

Maka mulai saat ini, mari kita budayakan membaca. Jadikan membaca sebagi kegiatan yang menyenagkan dan mengasyikan agar tidak menjadi hal semu yang membosankan. Tak ada tempat yang salah untuk kita terus membaca. Tak usah malu dengan pandangan orang - orang yang anti membaca. Jadikan mereka angin lalu agar tidak mempengaruhi konsentrasi kita. Jangan pernah mencela orang yang gemar membaca karena kesalahan terbesar seseorang adalah ketika Ia terlalu sibuk mencela perbuatan orang lain dan hal itu hanya akan membuat kita tertinggal semakin jauh dari putaran sejarah. Percayalah ada banyak tumpukan buku di belakang kesuksesan para revolusioner dunia. Buatlah perubahan besar dalam hidup dengan melakukan perubahan – perubahan kecil dengan kesungguhan dan niat yang besar sebagai sebuah langkah awal.

Berita Lain

  • Pengecer dan Agen Pupuk Bersubsidi di Banten Melakukan Penyimpangan
  • Setelah Diselidiki, Kasus SMP 3 Cigemblong Mulai Disidik
  • RI-Australia Resmikan Fasilitas Pengurangan Dampak Bencana
  • Poll PP Dibekali Senjata Api
  • Jenazah Nana Tiba di Rumah Orang Tuanya

Komentar Anda:

  1. Hanvitra | 23 Juni 2009 | 19:54

    Saya sepakat dengan ANda. Tulisan anda bagus sekali namun harus diperdalam sekali lagi agar lebih baik. AKan tetapi tulisan anda menurut saya sudah cukup memperlihatkan fenomena yang ada. Dan begitulah keadaannya. Teruslah membaca dan menulis. Salam, Hanvitra, mantan redpel Suara Mahasiswa UI

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle