• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Kabupaten Serang
18 Nopember 2008 | Profil

Dr. Nur Hassan Wirayuda, Prioritaskan Citra Indonesia

Saat awal menjabat Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirayuda berjanji akan memberikan prioritas pada masalah politik luar negeri yaitu, melaksanakan politik bebas aktif, terutama dalam upaya memulihkan citra dan kepercayaan dunia luar kepada Indonesia. Menlu juga berusaha memagari disintegrasi dan tentu saja membantu pemulihan ekonomi.

Untuk mengupayakan itu, antara lain dilakukan dengan mengecilkan dukungan dan bantuan internasional kepada kelompok separatis, mengecilkan dukungan internasional bagi usaha kemerdekaan salah satu wilayah RI, serta mempersempit ruang gerak kelompok separatis.

Menlu Hassan Wirayuda dalam “Refleksi 2003 dan Proyeksi 2004″ di Jakarta, mengatakan sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memikul kewajiban untuk memproyeksikan wajah Islam yang sebenarnya, yaitu Islam yang moderat.

Menurutnya, kita harus memberdayakan kelompok moderat yang merupakan mayoritas sehingga Indonesia menjadi negara yang moderat.

Dia mengatakan, terorisme tidak bisa dan tidak boleh diidentikkan dengan peradaban atau agama apapun. “Teroris adalah teroris yaitu orang-orang yang menggunakan kekerasan sebagai alat, tanpa pandang bulu siapa korbannya untuk mencapai tujuan politik mereka,” katanya.

Sejak serangan AS ke Afghanistan, perhatian dunia diarahkan ke kawasan Asia Tenggara dengan kecenderungan yang keliru, yakni mengidentikkan terorisme dengan Islam. Sikap masyarakat Indonesia lalu menjadi terpecah-pecah dan muncul kesan keraguan pemerintah untuk bertindak melawan terorisme. Menurut Menlu, ada kecurigaan terhadap pemerintah, baik yang merujuk kepada pengalaman perilaku pemerintahan otoriter maupun yang mengasumsikan adanya tekanan pihak luar yang bermotif buruk terhadap umat Islam.

Peristiwa bom Bali, katanya, menjadi titik balik di mana Indonesia berhasil tidak hanya menangkap dan mengadili para pelaku terorisme itu, tetapi juga membongkar jaringan terorisme mereka. Keberhasilan ini telah meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan aparat keamanan. “Masyarakat internasional memuji keberhasilan Indonesia itu,” katanya.(berbagai sumber)

Nama:
Dr. Nur Hassan Wirayuda
Lahir:
Tangerang, Banten, 9 Juli 1948
Agama:
Islam
Pendidikan:
- S1: Fakultas Hukum UI 1971
- S2: Harvard School of Law, Cambridge, Massachussetts, AS 1985
- S3: Doctor of Juridical Science in International Law, Virginia School of Law Charlottesville, Virginia, AS 1987
Pekerjaan:
Menteri Luar Negeri Kabinet Gotong Royong 2001-2004
Dirjen Politik Departemen Luar Negeri
Alamat Kantor:
Jalan Taman Pejambon No.6, Jakarta Pusat
Telepon (021) 3456014
Alamat Rumah:
Jalan Tanah Merdeka 16/Kav.30, Kampung Rambutan, Jakarta Timur

Berita Lain

  • Rehabilitasi SDN di Cikulur Capai 65 Persen
  • Komisi V DPRD Banten Kunjungi UPH Tangerang
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • SMPN 1 Panimbang Pungut Duit, Orang Tua Siswa Menjerit
  • Jembatan Gantung Cibinuanguen Rusak Berat

Komentar Anda:

  1. seno | 31 Juli 2009 | 22:32

    saya adalah pengagum berat bpk hassan wirayuda.dan saya ingin sekali seperti beliau menjadi dipolmat kebanggaan Indonesia.

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle