• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Kabupaten Serang
26 Desember 2008 | Pendidikan

Dana Bos Tak Kunjung Cair

LEBAK | Sejumlah pengelola Madrasah Diniyah (MD) dan Madrasah Tsanawiyah (Mts) mempertanyakan dana BOS untuk masing-masing sekolah tersebut. Sebab, hingga kini bantuan itu belum mereka terima dan mengakibatkan sekolah belum bisa memberikan honor terhadap para guru sukwan yang selama ini gaji mereka dibayar dari dana BOS.

“Sudah hampir empat bulan ini dana BOS untuk madrasah belum turun. Akibatnya kami mengalami hambatan dalam membayar gaji honor para sukwan yang mengajar di sekolah kami. Kasihan mereka,” ujar Ismet salah seorang pengelola MD di Kecamatan Maja, kemarin.

Belum cairnya dana bos untuk madrasah dimaksud, lanjut Ismet, bukan saja mengakibatkan keterlambatan pembayaran gaji atau honor sukwan staf pengajar di madrasah itu , tapi juga dapat menghambat pada proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang lainya , karena alat-alat tulis kantor (ATK) untuk keperluan kegiatan KBM, dananya diambil dari dana bos.

“Yang pasti belum cairnya dana bos ini juga bukan saja menyebabkan keterlambatan pembayaran honor sukwan staf pengajar di masing-masing madrasah. Tapi juga dapat berpengaruh pada kelancaran proses KBM,” sesalnya.

Kasi Mapenda Depag Lebak, Idris Jumroni, membenarkan keterlambatan pencairan dana BOS untuk madrasah di Kabupaten Lebak. Belum cairnya dana bos untuk madrasah ini, kata Idris, terjadi karena adanya perpindahan mitra pembayaran dana BOS. Sebelumnya pencairan dilakukan oleh PT POS, sekarang dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia.
“Sebenarnya, kalau tak ada perubahan mitra kerja pembayaran dana BOS, dari dulu juga lancar-lancar saja. Tapi karena sekarang mitra kerja pembayarannya dirubah dan tidak lagi menggunakan PT POS , maka hal itulah yang menjadi alasan kenapa bos untuk madrasah mengalami keterlambatan pencairan . Tapi Insya Allah tidak lama lagi sudah bisa cair,” pungkas Idris. VER

Berita Lain

  • Pasar Rangkasbitung Harus Dikelola Pemerintah
  • Cimanggu Diserang Diare, 2 Meninggal 1 Kritis
  • Kronologis Kasus Suap di Pandeglang, Kontroversi Sejak Awal
  • Pernyataan Mantan Bendahara Sukiya Beratkan Terdakwa
  • Aparat Gabungan Razia Pasar Rangkasbitung

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle