• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Kabupaten Serang
26 Desember 2008 | Ekonomi/Bisnis

Elpiji Masih Langka di Tangerang

Pasokan gasTANGERANG | Kelangkaan tabung gas elpiji ukuran 3 dan 12 kilogram kembali terjadi di Kota Tangerang.  Bahkan, sejak satu bulan terakhir, ratusan tabung elpiji ukuran 3 kilogram menumpuk di salah satu agen di Jalan Raya Merdeka No 298, Pabuaran Kota Tangerang.

Karyawan agen Metroja Mandiri, Aswadi kepada wartawan, menyatakan, pihaknya saat ini tidak lagi menjual tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Hal ini disebabkan pasokan elpiji dari stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) Pertamina tersendat.

Setiap hari, lanjut dia, agennya mendapat pasokan elpiji ukuran 12 kilogram sebanyak 660 tabung. Namun, dalam sekejap tabung-tabung itu laris terjual ketika pasokan datang. “Karena para pembeli rela menunggu takut tidak kebagian jatah,” kata Aswandi.

Elpiji ukuran 12 kg dia menjual kepada pengecer dengan harga Rp. 69 ribu. Sedangkan harga elpiji 3 kg di waktu normal, ia jual seharga Rp 13 ribu.

Kelangkaan elpiji juga terjadi di toko penjual elpiji. Menurut Adi, penjaga toko Star di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang menyatakan kelangkaan ini menyebabkan harga elpiji melambung. Elpiji ukuran 3 kilogram dijualnya seharga Rp 18 ribu. “Sebab, dari agennya dijual dengan harga berkisar dari Rp 15 hingga Rp 16 ribu,” kata Adi.

Hal yang sama terjadi di toko milik Ahong, di Jalan Babakan, Kota Tangerang. Di toko Ahong, elpiji ukuran 12 kilogram habis terjual meskipun mendapat pasokan sebanyak 12 tabung ukuran 12 kilogram dan 12 tabung elpiji berukuran 3 kilogram.

Ia menyatakan, pasokan di tokonya termasuk banyak, sebab di toko lainya hanya mendapat pasokan elpiji paling banyak lima tabung. “Namun, tabung-tabung gas tersebut, langsung habis terjual dengan harga Rp 17 ribu untuk 3 kilogram dan Rp 80 ribu untuk 12 kilogram, ” ungkapnya.

Menanggapi kelangkaan elpiji tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata (Perindagkopar) Kota Tangerang Dafyar Eliyadi Hardian mengatakan, pihaknya telah mengetahui akan kelangkaan tersebut. Kelangkaan tersebut disebabkan mesin timbangan pengisian gas di Eretan, Indramayu, dan Cirebon, Jawa Barat yang menjadikan pasokan elpiji dari Pertamina tersendat.

Namun demikian, menurut Dafyar, kelangkaan ini bukan hanya terjadi di kota Tangerang, namun juga di daerah lainnya. Terkait masalah ini, Pemkot Tangerang, kata Dafiar sudah meminta kepada pihak Pertamina agar pasokan elpiji menjadi normal dan tidak stagnan. (met/nur)

Berita Lain

  • Kelangkaan Blangko KTP Diduga Politis
  • HMI Serang Galang Dana Untuk Palestina
  • Gotong Royong Warga Kubang Kepuh Membangun Masjid
  • Kelola Sampah Kerjasama dengan Swasta
  • Kuota Haji Hanya 8.541 Jamaah, Pendaftar Mencapai 29.633 Orang

Komentar Anda:

  1. aliciass | 26 Desember 2008 | 22:34

    Perfect work!Keep posting
    :)

  2. Dudung | 30 Desember 2008 | 02:11

    tangerang mah apapun juga bisa dimainkan, jangankan elpiji… harga diri dan kehormatan pun ditangerang sudah jadi barang langka…salam

  3. Widyawati | 14 September 2009 | 22:20

    Mudah 2an sekarang gak d mainkan lagi

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle