Keluarga Miskin di Lebak Tidak Terima Raskin Secara Utuh
JAKARTA | Sejumlah Rumah tangga miskin (RTM) di Kampung Cijahi, Desa/Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tidak menerima raskin sesuai dengan jatah yang telah ditentukan. Setiap RTM harus merogoh hingga Rp 14.000 untuk membeli jatah bulanan tujuh liter raskin.
Hal itu disampaikan Syamsu Hilal, Anggota Komisi IV DPR RI di Senayan, melalui siaran pers yang disampaikan pada Koran Banten, kemarin. Temuan itu, didapatinya dalam kunjungan kerja reses masa sidang beberapa waktu lalu. Menurutnya, setiap RTM seharusnya dapat membeli hingga 15 kilogram raskin dengan harga Rp 1.600 per kilogram setiap bulannya, bukan dengan satuan liter.
“Saya minta kepada Bulog untuk melihat hingga ke polosok pelaksanaan program yang mereka jalankan, apakah berjalan baik atau tidak,” tegas Syamsu. Wajar apabila politikus PKS ini terlihat gerah, karena kejadian yang relatif sama juga terjadi di beberapa daerah lainnya seperti di Kampung Sampora, Desa Cilangkap Kecamatan Maja di kabupaten yang sama.
Akhir tahun 2008 lalu, Perum Bulog telah meluncurkan program warung desa di mana masyarakat dapat membeli beras untuk raskin dengan isi mulai dari satu kilogram. Sebelumnya masyarakat hanya dapat memperoleh raskin di setiap kelurahan setempat dengan kewajiban pembelian langsung sebesar 15 kilogram per bulan per RTM.
Biasanya jawaban klasik terhadap masalah pemotongan jatah dan perbedaan harga raskin adalah alasan biaya distribusi. Padahal, menurut Syamsu, anggaran disrtribusi itu ada. Komisi IV DPR RI juga telah sering mengingatkan Bulog agar meningkatkan kinerja distribusi raskin.
“Anggaran distribusi itu ada, jadi manfaatkanlah sebaik-baiknya sehingga jangan sampai ada oknum yang memotong jatah raskin untuk biaya distribusi,” katanya menutup pembicaraan. [ENK]
Saya rasa pengurangan jatah Raskin Bukan hanya terjadi di Kampung cijahi saja, kalau boleh sedikit koreksi coba telusuri kecamatan Cibadak terutama untuk desa Baturambang, pejeuh dan sekitarnya banyak hal2 yang mesti di di benahi. ada satu hal lagi yang sangat merugikan warga Baturambang mengenai kompor gas yang sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya sedangkan masyarakat sudah memberikan uang sebesar Rp.10.000 untuk mendapatkan kompor tesebut.masih banyak lagi hal-hal yang mesti diperhatikan untuk kec. Cibadak. kalau melihat kondisi sekarang seharusnya. para aparat desa harus benarr-benar memperhatikan warganya bukan malah merugikan warganya.
[...] Biasanya jawaban klasik terhadap masalah pemotongan jatah dan perbedaan harga raskin adalah alasan biaya distribusi . Padahal, menurut Syamsu, anggaran disrtribusi itu ada. Komisi IV DPR RI juga telah sering mengingatkan Bulog agar …Read More [...]
Yang saya harapkan adalah ke pemerintahan kabupaten lebak adalah selain masalah raskin juga masalah jalan raya yang masih banyak yang ruksak.Diantaranya adalah jl.raya yang menuju ke gn kencan yang masih ruksah.Tepatnya di kampung ci jeruk sampai tungtung batu.di Kec Cirinten.Dan Jl.raya cikande-rangkasbitung yang masih banyak kerusakan