• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Kabupaten Serang
15 Januari 2009 | Banten Kita

Dimyati : Banjir Akibat Penggundulan Hutan

PANDEGLANG | Bencana banjir yang sempat menyerang Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang, Rabu (14/1) lalu, banyak disebabkan oleh penggundulan hutan yang terjadi di wilayah Pandeglang. Minimnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan, membuat bencana serupa tetap mengancam wilayah itu.

Hal itu dinyatakan Bupati Pandeglang, Dimyati Natakusumah ketika mengunjungi lokasi banjir di Desa Ciburtial dan Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu, Kamis (15/1). Untuk itu, bupati berharap masyarakat dapat secara bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi mencegah bencana yang lebih besar.

“Karena banjir itu erat kaitannya dengan dampak penggundulan hutan di Pandeglang. Seharusnya kita mulai sadar dan bersama-sama melestarikan lingkungan,” pinta Dimyati.

Dalam kunjungan itu, bupati yang akrab disapa Endeh juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan kain pada warga yang menjadi korban banjir. Ia meminta masyarakat untuk tetap menjaga kebersiahan dan kesehatan. Pasalnya, berbagai penyakit mudah menghinggapi warga yang terkena banjir.

“Tetaplah jaga kebersihan, terutama kesehatan lingkungan,” pesan Endeh.

Sementara, Camat Cimanngu Moch Syaefudin berharap bantuan itu dapat meringankan beban masyarakat korban banjir. Ia juga berharap Pemprov Banten segera menangani jembatan Cimanggu yang amblas digerus banjir bandang.

“Jangan sampai jembatan itu rubuh. Walaupun saat ini jembatan masih terbentang, tetapi kondisinya sangat memprihatinkan. Jika sebelum banjir dapat dilalui kendaraan dengan bobot mencapai empat ton, sekarang angkot kosong pun harus perlahan-lahan melewatinya,” kata Syaefudin. [END]

Baca Juga

  • Sungai Cilemer Meluap
  • 981 Hektar Areal Persawahan di Lebak Terendam Banjir
  • Warga di Sekitar Bantaran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan
  • Pamarayan Diterjang Puting Beliung
  • Jelang Musim Hujan, Kelurahan Cibeber Perlebar Drainase

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle