• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Kabupaten Serang
28 Januari 2009 | Serang Raya

Jatah Raskin Dikurangi, Masyarakat Banten Menjerit

raskinSERANG | Alokasi beras untuk orang miskin (Raskin) untuk masyarakat Banten dipastikan berkurang. Hal itu disebabkan minimnya serapan beras murah itu di berbagai wilayah di Banten. Namun, pengurangan itu justru terjadi di tengah meningkatnay kebutuhan masyarakat akan Raskin.

Kasi pelayanan publik Sub Dolog Divre Banten, Guntur Muayad B, menurunnya jatah raskin di Kabupaten Serang disebabkan rendahya serapan masyarakat. Untuk tahun 2008, dari jatah 18.821 ton Raskin, wilayah itu hanya menyerap sebanyak 13.661 ton, atau sekitar 72,59 persen. Sedangkan sisanya dikembalikan ke Bulog di Jakarta.

Menurut Guntur, pengurangan jatah raskin itu sudah ditetapkan dalam SKM (Surat Keputusan Mentri) Menkokesra nomor B 18/KMK/Dep II/I/2009. Dalam SKM itu disebutkan, untuk tahun 2009 jatah raskin menurun 109.662.280 Kg, menurunnya jatah raskin diambil dari data Rumah Tangga Sasaran (RTS) 609.346 RTS dari hasil PPLS 08 BPS, dengan begitu hasil data raskin 2009 mengacu pada data BPS tahun 2008.

Selanjutnya, kata Guntur, saat ini Sub Dolog Divre Banten masih menunggu Surat Keputusan Gubernur tentang pagu raskin Provinsi Banten. Nantinya, SK itu akan dijadikan acuan bagi bupati maupun walikota dalam menetapkan pagu dan pembuatan Surat Permintaan Alokasi (SPA) di masing-masing kabupaten/kota untuk pendistribusian raskin tahun 2009.

“Sebaiknya pemerintah daerah, khususnya gubernur dan bupati membuat SK tentang pagu raskin, supaya pada bulan Februari atau Maret raskin dapat didistribusikan, karena masyarakat membutuhkannya sebelum panen dimulai,” kata Guntur yang ditemui di kantornya, Kamis (22/1) lalu.

Keberatan
Sementara itu, sejumlah camat di Kabupaten Serang mengaku keberatan dengan pengurangan jatah raskin itu. Pasalnya, saat ini kebutuhan masyarakat akan beras murah itu terus meningkat seiring tingkat kebutuhan dan pertumbuhan penduduk.

Camat Kramatwatu Kabupaten Serang, Nursaad menilai, sebaiknya jatah raskin tidak dikurangi melainkan ditambah. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini di tengah gelombang PHK akan meningkatkan jumlah masyarakat yang membutuhkan Raskin. Apalagi, krisi global juga banyak mempengaruhi harga kebutuhan rumah tangga masyarakat.

“Kalau dikurangi, akan banyak masyarakat yang tidak kebagian raskin, kasihan mereka,” ujar Nursaad.

Kades Kasemen Kecamatan Kasemen Kota Serang, Ali Misri juga merasa keberatan jika jatah raskin untuk wilayahnya dikurangi. Menurutnya, jumlah penduduk yang terus meningkat membuat kebutuhan akan raskin terus meningkat. Apalagi, saat ini kondisi ekonomi semakin tak menentu dengan terjadinya krisis ekonomi global.

Kalau bisa, janga dikurangi, tapi ditambah,” cetusnya.

Terpisah, pengamat sosial dari UNTIRTA Serang, Teguh mengatakan dengan tegas bahwa pengurangan jatah raskin di Provinsi Banten, tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan pada saat ini. Pasalnya, ia meyakini, saat ini juml;ah penduduk miskin di wilayah Banten semakin bertambah seiring gelombang PHK massal yang banyak dilakukan perusahaan yang terkena dampak krisis global.

“Jatah raskin perlu ditambah,” tandasnya.

Bila memang pemerintah memaksakan untuk tetap menurunkan jatah raskin untuk Banten, setidaknya ada tiiga hal yang harus dipenuhi pemerintah agar tidak meberatkan masyarakat. Yang pertama ialah menurunnya harga kebutuhan pokok, yang kedua harga BBM kembali diturunkan dan yang ketiag trunnya tarif angkutan umum.

Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Suvei Banten, Adel Ubaidilah, membantah jika penduduk miskin di Banten menurun. Bahkan sebaliknya, menurutnya penduduk miskin di Provinsi Banten semakin bertambah. Karena dengan bertambahnya penduduk, maka semakin bertambah pula penduduk miskin yang ada di Banten.

“Jika memang kemisikinan menurun di Banten harus dibuktikan dengan bukti yang otentik, jangan disimpulkan bahwa kemiskinan menurun,” tegas Adel kepada Koran Banten

Adel juga menambahkan, Jika pemerintah mengurangi bantuan untuk orang miskin, berarti pemerintah telah mengabaikan hak-hak rakyat. Karena PAD itu kan milik masyarakat, maka tidak pantas jika pemerintah mengurangi jatah raskin.

“Seharusnya pemerintah menambah dari tahun ke tahun, harus di tambah jatah untuk orang miskin,” cetus adel. [HEN/OKY/NUR]

Baca Juga

  • Raskin Dikurangi, Sub Dolog Banten Diundang Hearing
  • Bulog Lebak Siap Mengganti Raskin Berkualitas Rendah
  • Di Cipocok Jaya, Raskin Dijual Rp 2000/Liter Ditolerir
  • Raskin Numpuk di Gudang, Rakyat Miskin Terancam Kelaparan
  • Obrolan Petang di Bulog Subdivre Serang

Komentar Anda:

  1. Darmawan | 28 Mei 2009 | 16:40

    Menurut saya sebaiknya dilakukan penelitian yang intensif tiap tahunnya thd berapa besar atau jumlah orang miskin yang ada di Banten. Karena hal ini sangat dinamis dan angkanya bisa menurun atau bahkan meningkat karena berbagai faktor mis dampak krisis global.

    Sehingga dapat diperkirakan dengan lebih tepat kebutuhan Raskin setiap tahunnya. Dengan demikian penyalurannya bisa lebih efektif dan efisien serta tepat sasaran (yg membutuhkan).

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle