• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Kabupaten Serang
4 Februari 2009 | Utama

Warga di Sekitar Bantaran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan

Wahidin HalimLEBAK | Ribuan warga yang berada di bantaran Sungai Ciujung, Ciberang, Cilaki, Cisumeut,dan Ciminyak, Kabupaten Lebak pada musim penghujan mulai meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, intensitas curah hujan dalam sepekan terakhir ini cukup tinggi. ”Tingginya curah hujan yang berlangsung dalam sepekan terakhir ini membuat kami harus waspada. Dengan masuknya musim penghujan tidak tertutup kemungkinan banjir dan longsor menghadang,” ujar warga Cimarga Adnang Tarsana (56), Selasa (3/2).

Ia mengatakan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar sempadan Sungai Ciberang dan Cilaki sangat renta menjadi korban banjir dan longsor. Hal ini beralasan karena kondisi sungai tersebut setiap memasuki musim penghujan cenderung meningkat, arus air bisa menggerus pinggiran sungai dan menimbulkan abrasi.

”Oleh karena itu, dengan tibanya musim penghujan kami berupaya waspada dengan menyiapkan tanggul penahan air dan meningkatkan kegiatan ronda malam,” katanya.

Hal yang sama dilakukan warga Ciminyak, dan Leuwi Coo Kecamatan Muncang. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai Ciminyak ini terlihat meningkatkan kewaspadaan sejak masuknya musim penghujan.

”Kami khawatir Sungai Ciminyak meluap, karena curah hujan cukup tinggi. Untuk itu, kami terus mengontrol keberadaan sungai tersebut setiap hari,” ujar warga Ciminyak Kecamatan Muncang, Mutaqin (50)

Ia mengatakan, bagi warga yang tinggal di dekat sungai, ancaman banjir dan longsor kerap selalu menghantui. Oleh karena itu, warga biasanya menyiapkan karung-karung berisi pasir untuk menahan hadangan banjir. [AEF]

Baca Juga

  • Pandeglang Selatan Terancam Kekeringan
  • Sungai Cilemer Meluap
  • 981 Hektar Areal Persawahan di Lebak Terendam Banjir
  • Hanya 9 Desa Rawan Longsor Ditanggulangi
  • Dimyati : Banjir Akibat Penggundulan Hutan

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle