Kotoran Sapi Bisa Buat Bahan Bakar
PANDEGLANG | Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pandeglang sedang gencar mengembangkan pembuatan gas yang bahan bakunya dari kotoran sapi. Salah satu lokasi yang saat ini menjadi percontohan berlokasi di Kampung/Desa Muruy, Kecamatan Menes, dan Desa Sukarame, Kecamatan Carita.
Gas yang berasal dari kotoran ternak dan lebih dokenal dengan sebutan biogas ini bisa dikatakan unik, dan cara pembuatannya juga tidak terlalu sulit. Tapi panas yang dihasilkan tidak jauh berbeda dengan api yang berasal dari tabung gas atau bahan bakar lainnya.
Dijelasakan Rahmat, anggota Kelompok Tani Berkah selaku pengelola biogas Desa Muruy, gas buatan kelompoknya sama dengan gas yang dikeluarkan Pertamina. Selain tahan lama, tekanan panasnya juga sangat kuat.
“Banyak kelebihan yang didapatkan, biayanya murah, cara membuat, dan memeliharanya tidak sulit,” terang Rahmat, kemarin.
Sejak gas buatan ini digunakan, lanjut Rahmat, sampai sekarang masih berfungsi. Bahkan tekanan gasnya lebih kencang dibandingkan pada awal pembuatan. “Kalau tidak salah keberadaan ini sudah tiga bulan,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Teknis Peternakan Kecamatan Cikeudal yang juga Pembina Kelompok Biogas, Sunarya mengatakan, tidak sulit membuat bahan bakar alternatif ini. Selain hanya bermodalkan batu bata dan semen, untuk membuat biogas hanya dibutuhkan pipa dan selang gas.
“Kita hanya butuh waktu dua minggu untuk membuat sarana ini. Setelah itu perangkaian dan pengaturan gas,” jelasnya.
Ditambahkannya, tidak ada efek negatif yang timbul dari bahan bakar ini. Karena temperatur udara dalam gas buatan itu lebih teratur. Efek ledakan atau sejenisnya dalam gas ini sama sekali tidak ada.
“Sebaliknya, makanan yang dipanaskan oleh bahan bakar ini lebih enak tidak tercium bau zat kimia,” paparnya.
Kepala Dinas Peternakan dan kesehatan hewan Cahyan Sopiyadi membenarkan jika pihaknya tengah mengembangkan pembuatan biogas. Katanya, selain untuk memanfaatkan limbah ternak masyarakat, program ini sebagai upaya mengatasi tingginya harga bahan bakar minyak (BBM).
“Dengan ini warga tidak perlu lagi membeli minyak tanah atau gas. Tapi tinggal memasang selang gas dari lokasi biogas ke rumah,” ungkapnya [DRA]
Tulis Komentar