DBD Menyerang 88 Warga Lebak
LEBAK | Demam berdarah dengue (DBD) terus menyerang warga di Kabupaten Lebak. Hingga minggu kedua Februari 2009, sudah 88 warga lebak terjangkit penyakit yang disebabkan oleh Aides Aigepty itu, sebagian besar berada di Kecamatan Rangkasbitung.
” Warga Rangkasbitung yang terjangkit DBD mencapai 41 orang dan di Kecamatan Cibadak 13 orang,” kata Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Lebak Maman Sukirman, didampingi Kasi Penyehatan dan Pencegahaan Penyakit Menular (P3M), Suhartini, di ruang kerjanya.
Ia mengharapkan, masyarakat meningkatkan kewaspadaannya dan berprilaku hidup bersih dan sehat. Yaitu dengan memerhatikan kebersihan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Maman menyatakan, pergantian musim dari panas ke penghujan turut memengaruhi munculnya kasus DBD. Pasalnya, banyak bekas genangan air bersih tidak terpantau. Sehingga jentik-jentik nyamuk penyebab DBD bermunculan dan berkeliaran disekitar permukiman.
Sementara itu, Suhartini, menyatakan, hingga minggu kedua Februari 2009 sembilan wilayah kecamatan di Kabupaten Lebak ditetapkan pihak Dinkes Lebak sebagai wilayah endemis DBD. Sebelumnya wilayah endemis hanya terdapat di enam kecamatan saja.
”Kesembilan wilayah kecamatan yang dinyatakan wilayah endemis DBD tersebut adalah, Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Warunggunung,Cikulur, Malingping, Banjarsari, Maja dan Cimarga,” katanya.
Suhartini, menegaskan, langkah terbaik untuk mencegah dan menanggulangi munculnya DBD yang paling efektif dengan menggerakan 3 M plus dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
”Dengan melakukan pengasapan didaerah tertular bukan salah satu pemutus mata rantai penyebaran DBD. Tapi yang paling efektif untuk menanggulangi dengan mengerakan M3 plus dan secara rutin melakukan PSN,” ujarnya.
Sementara menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cibadak, Dani Ramadhani, DBD di wilayah Kecamatan Cibadak sudah mencapai 13 kasus. Penyebaran penyakit tersebut mulai bergeser, dari sebelumnya menjangkit warga Kaduagung Timur, saat ini giliran warga Desa Kaduangung Barat dan Desa Pasar Keong.
”Guna meminimalisasi penyebaran penyakit yang mematikan ini, selain memberikan penyuluhan kepada masyarakat juga mengefektifkan petugas pemantau jentik-jentik nyamuk untuk mengamati ancaman DBD,”katanya. (AEF)
Tulis Komentar