JB Ancam Calo Jabatan
Lebak | Rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Lebak beberapa waktu lalu memunculkan dugaan adanya oknum calo jabatan. Dugaan itu semakin kuat beredar di masyarakat Kabupaten Lebak. Disinyalir, kasus melibatkan salah satu oknum di Pemkab Lebak dan pendukung MULYA saat Pilkada beberapa waktu lalu. Oknum tersebut, ditenggarai telah meminta dana sebesar Rp 7 juta per orang untuk menduduki jabatan tertentu.
“Kami sudah mendapatkan laporan, soal adanya isu suap pada rotasi pegawai pada bulan lalu. Karenanya, kami harapkan para pihak yang mengetahui dan memiliki bukti, segera laporkannya kepada kami,” tegas Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya kepada wartawan belum lama ini.
Ditegaskannya pula, isu suap tersebut telah dilaporkan Bupati Lebak ke Badan Inspektorat Daerah (Inspekda) Kabupaten Lebak, untuk segera ditindaklanjuti dalam langkah-langkah pengawasan dan penyelidikan. Jika hal itu terbukti secara sah dan menyakinkan, Bupati Lebak mengaku tak segan-segan dan pandang bulu untuk menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Tunggu saja hasil penyelidikannya, jika terbukti maka pelakunya akan saya tindak tegas sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Sebagai catatan, isu adanya main mata pada rotasi pegawai di lingkungan Pemkab Lebak bulan lalu, sempat menjadi pergunjingan sejumlah kalangan masyarakat. Karena selain terkesan mangabaikan normatifitas jabatan dan kepangkatan, juga terkesan dipolitisasi oknum pejabat tidak bertanggung jawab.
Beberapa kalangan masyarakat menilai adanya kejanggalan dalam rotasi pegawai tersebut. Diantaranya, pengangkatan pejabat yang dinilai belum memenuhi standar golongan, penurunan pangkat yang tidak realistis atau tanpa alasan yang jelas serta cenderung bernuansa politis.
Saat Koran Banten berusaha konfirmasi kepada Kepala Badan Inspektorat Daerah Kabupaten Lebak, Lukman Hakim, yang bersangkutan belum bisa dimintai komentarnya karena sedang tidak ada di ruang kerjanya.
“Bapak sedang keluar, lagi ke Pemda. Lain waktu aja, nanti Bapak ke sini lagi,” jelas staf di lembaga itu. [JAT]
Tulis Komentar