Truk Pengembang Perumahan Diblokir Warga
TANGERANG | Dituding sebagai biang kerok penyebab kerusakan jalan, truk pengangkut tanah yang disewa pengembang perumahan Griya Lebak Wangi, diblokir warga Desa Lebakwangi. Warga geram lantaran truk yang banyak beroperasi pada siang hari itu juga mengancam keselamatan warga sekitar.
Salah seorang warga Kampung Bayur RT 11/02 yang berinisial Cim mengatakan, sebenarnya warga tidak keberatan truk-truk itu beroperasi, asalkan tidak pada siang hari. “Kalau siang banyak anak-anak, sehingga mengancam keselamatan mereka. Di samping itu jalan penuh debu sehingga mengganggu warga juga dapat menimbiulkan penyakir pernapasan,” kata Cim.
Selain itu, Cim juga meminta pihak pengembang perumahan Griya Lebak Wangi untuk membangun drainase. Pasalnya, saluran air yang ada sebelumnya dan mengalir menuju perumahan itu, dibendung oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Akibatnya air yang seharusnya mengalir ke perumahan malah menggenang dan meluap ke perkampungan kami,” keluhnya.
Hal senada dikatakan Basuni (30), warga Kampung Bayur lainnya. Ia menyayangkan pihak pengembang yang tidak pernah membangun komunikasi dengan warga. Sehingga, ia menilai wajar bila truk pengangkut tanah itu diblokir lantaran pengembang belum memperbaiki jalan dan saluran air serta fasilitas lainya.
“Warga berharap jalan segera diperbaiki oleh pihak pengembang, truk pengangkut tanah jangan beroperasi siang hari karena banyak anak anak serta debu yang mengganggu pernapasan. Apabila tuntutan tersebut tidak terpenuhi maka warga tetap menyetop angkutan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu ketika dikonfirmasi, pihak Pengembang, Aheng, menyerahkan masalah ini kepada kepada kepala desa setempat. Namun, Kepala desa Lebakwangi, Mursan, sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi. (WAN/MET)
Tulis Komentar