• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Kabupaten Serang
11 April 2009 | Lebak

Tanggulangi Flu Burung, Disnak Lebak Aktifkan Petugas PDSR

FLu BurungLEBAK | Guna menanggulangi ancaman penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI), Dinas Peternakan Kabupaten Lebak mengintensifkan sosialisasi dan penyuluhan flu burung. Salah satunya dengan mengaktifkan petugas Participatory Deasease Surveylens and Respon (PDSR) yang ada di Dinas Peternakan.

Menurut Kabid Keswan Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Anmurza, belum lama ini kepada Wartawan, hingga saat ini wilayah Lebak masih aman dari ancaman flu burung. Akan tetapi, pihaknya tetap berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian terhadap ancaman penyakit tersebut.

Ia mengatakan, jumlah petugas PDSR di Dinas Peternakan sebanyak delapan orang. Diantaranya berstatus sebagai dokter hewan dengan tugas melakukan surveilan dan respons ke desa-desa.
”Adanya petugas PDSR ini sedikitnya pengendalian terhadap ancaman flu burung dapat diantisipasi dengan baik. Selain itu, jika muncul kasus yang erat kaitannya dengan penyakit hewan dapat segera diketahui dan ditangani petugas PDSR,” katanya.

Lebih lanjut Anmurza mengatakan, dalam upaya pengendalian flu burung, Dinas Peternakan terus mengawasi lalu lintas ternak unggas di wilayah perbatasan Lebak dengan Serang, Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung. Langkah ini dilakukan agar aktivitas perdagangan hewan unggas terutama ayam yang keluar masuk ke wilayah Lebak dapat terkontrol.

Ia menyebutkan, perdagangan hewan unggas seperti ayam potong, di Kabupaten Lebak relatif tinggi dengan pangsa pasar cukup besar di Tangerang dan Serang. (AEF)

Baca Juga

  • Di Banten, 27 Tewas Akibat Flu Burung
  • PMI Serang Gelar Reffreshing Training Flu Burung

Komentar Anda:

  1. s.priyono | 28 Mei 2009 | 12:02

    mangkenye kang Murza, untuk lebih efektif lagi gimane kalo tiap sekolah diberi pamflet yang gede tentang bagaimane sih caranye tahu menjage diri agar tak kena yang namanye flu burung tea atawa avian influenza

  2. s.priyono | 28 Mei 2009 | 12:12

    menurut ane, cara neggulanginye:
    1. larang tuh nyang namanya orang kampung pelihara ayam, suruh aje pelihara bebek. 2) suruh sekolah deh anak-anak mereka itu biar dikasih tahu ame gurunye bagaimane caranye ngejaga kebersihan dan hidup sehat. 3) kasih aja mereka selain BLT juga BlDK (bantuan langsung daging kerbau) biar nggak makan daging ayam. 4) kasih tahu tuh ame yang jualan daging ayam kalau motong ayam baca doa, pakai sarung tangan … pokoknye jaga tuh lingkungan dagangannye supaya tetep bersih nggak jorok.

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle