Lestarikan TNGHS, Pemprov Banten Kerjasama Dengan Dirjen PHKA
SERANG | Dalam rangka optimalisasi pengelolaan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNHGS) Kabupaten Lebak, Pemprov Banten menjalin kerjasama dengan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Dephut. Kerja sama disepakati dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah dan Dirjen PHKA Dephut, Darori di Pendopo Gubernur, Jum’at (26/06).
Gubernur berharap melalui MoU ini lebih mengoptimalkan kerjasama yang telah dilakukan dalam rangka melestarikan dan menjaga Taman Nasional di Provinsi Banten baik TNGHS maupun TNUK. DI kedua taman nasional itu terdapat satwa-satwa langka yang hanya tidak terdapat di tempat lain dan menjadi kebanggaan masyarakat Banten di ringkat Nasional maupun Internasional.
Salah satu bentuk kesepahaman yang disepakati adalah kerjasama dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program model kampung konservasi. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat sekitar Kawasan TNHGS dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Selin itu, program juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan rasa memiliki, peran serta dan tanggung jawab masyarakat dalam upaya perlindungan dan pengamanan terhadap kawasan.
“Sehingga ke depan program model kampung konservasi ini akan menjadi model kampung percontohan bagi provinsi-provinsi yang memiliki Taman Nasional,” harap Gubernur.
Dalam sambutannya Gubernur Banten Hj. Rt. Atut Chosiyah mengatakan bahwa sumber daya hutan merupakan sumber daya alam yang memiliki beragam fungsi yang bersifat langsung maupun tidak langsung.disamping memiliki fungsi ekologi juga bahwa hutan pun mempunyai peranan sebagai penyangga kehidupan ekonomi masyarakat.
Banten saat ini memiliki 208.062 Ha kawasan hutan atau lebih dari 24 % dari total luas Provinsi Banten yaitu 800.651,20 Ha. Dari jumlah keseluruhan luas hutan, 60,75 % diantaranya merupakan hutan konservasi.
Sementara itu Dirjen PHKA Dephut Darori, dalam sambutannya mengatakan, untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan konservasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan, memang diperlukan kerjasama yang saling menguntungkan antara pelaku pembangunan kehutanan dalam hal ini antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Balai TNHGS. Menurutnya, TNHGS merupakan suatu satu kebanggaan nasional dan dunia internasional karena terdapat binatang langka yaitu Trenggiling (Manis javanica) dan Macan Tutul.
”Untuk itu perlu dilakukan kerjasama agar pelestarian hutan dan konservasi alam tetap terjaga,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Yanuar dalam laporannya mengatakan bahwa Dirjen PHKA Dephut RI telah memberikan bantuan kepada Dinas Hutbun Prov. Banten berupa kendaraan operasional untuk perlindungan hutan dan pengamanan hutan yang ada di Provinsi Banten. (ENK)
Tulis Komentar