Desain Pembangunan Jalan Simpang Palima Berubah
SERANG | Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten, Retno Pratiwi mengatakan terjadi perubahan desain pada pembangunan jalan Simpang Palima. Perubahan itu dilakukan karena kondisi kecekungan tanah yang dapat berdampak pada terganggunya para pengguna jalan yang melintas.
Retno juga menyatakan, pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik keluarga Gubernur Banten, di sekitar Palima juga ikut mempengaruhi rencana pembangunan jalan di kawasan itu. Pasalnya, SPBU itu posisinya lebih tinggi dari badan jalan. Sehingga dibutuhkan penambahan timbunan pada lokasi yang cekung di wilayah itu, dan berakibat pada penambahan panjang jalan yang harus dibangun.
“Sebelum SPBU itu dibangun oleh pemiliknya, kami (DBMTR, Red) sempat menyarankan kepada pemilik SPBU agar dibangun di posisi yang lebih tinggi. Begitu saya lihat desain Simpang – Palima ternyata ada kesalahan perencanaan,” akunya.
Menurut Retno, perubahan desain terkait pekerjaan pembangunan merupakan hal yang biasa dan dipastikan hampir seluruh desain selalu berubah ketika pelaksanaan pembangunan dimulai. “Biasa saja mas, setahu saya hampir seluruh desain pekerjaan fisik konstruksi jalan banyak yang berubah,” katanya.
Terkait perubahan desain tersebut, Retno megaku pihak DBMTR Provinsi Banten mengeluarkan anggaran APBD Banten sekitar Rp. 10 juta untuk membayar jasa konsultan perencana. “Tidak banyak, ya sekitar Rp 10 jutaan untuk jasa kosultannya. Sedangkan untuk peambahan volume pekerjaan fisik saat ini sudah kami ajukan tambahan anggaran di APBD perubahan 2009,” katanya.
Selain adanya perubahan desain pembangunan, pada proyek jalan Simpang Palima juga terkendala pada pembebasan lahan di sebagian lokasi yang akan dibangun karena belum terbitnya ijin lokasi dari Pemeritah Kota Serang. Namun Retno mengaku tidak megetahui secara detail persoalannya dan mempersilahkan Koranbanten.Com untuk menghubungi Bidang Bina Teknik DBMTR Provinsi Banten.
“Soal pembebasan lahan teknisnya saya kurang paham mas. Yang bisa saya sampaikan, Pejabat di Bina Teknik mengatakan maslaah ini akan selesai dalam waktu satu minggu. Tapi, untuk lebih jelasnya silahkan hubungi pak Saiful di Bina Teknik,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Koranbanten.com, pembangunan jalan Simpang Palima dibiayai APBD TA 2009 senilai Rp 2,9 miliar dengan peruntukan untuk pembangunan jalan. Jumlah tersebut belum termasuk dengan kegiatan pembebasan lahan, pemadatan tanah maupun kegiatan lainnya.
Untuk pembangunan jalannya sendiri dilaksanakan oleh DBMTR Provinsi Banten dengan kontraktor PT. Gema Ciomas Raya Tama. Dengan nomor kontrak 761/KTRK/PSP/DBT/059.7/III/2009 tertanggal 23 Maret 2009. Jangka waktu pelaksanaan 180 hari kalender. Sedangkan pihak konsultannya adalah PT. Jasa Bina Sari Mustika.
(Ilaika)
Tulis Komentar