Perubahan Rencana Simpang Palima Dipertanyakan
SERANG | Perubahan rencana pembangunan Simpang Palima, dipertanyakan Lembaga Swadaya Masyarakat. Hal ini dinilai sebagai sikap inkonsisten dari para pengambil kebijakan di Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten.
Seperti dinyatakan Direktur LSM Corruption Information Center (CIC) Firman Hakim, bila DBMTR menganggap perubahan dalam pembangunan yang dilaksanakannya sebagai hal biasa, hal itu membuktikan, selama ini lembaga tersebut tidak mampu membuat perencanaan secara matang. Menurutya, hal itu bisa merugikan masyarakat karena perubahan itu justru lebih sering membutuhkan penambahan anggaran ketimbang menguranginya.
“Ini kan uang rakyat, seharusnya pembangunan direncanakan secara matang. Karena, perubahan-perubahan yang terjadi di tengah berlangsungnya kegiatan menunjukkan inkonsistensi dalam menjalankan program yang diajukan sendiri oleh sebuah lembaga,” kata Firman.
Menurut Firman, meskipun ada kemungkinan kesalahan perencanaan berada pada tingkat konsultan perencana, tetapi sebagai lembaga penanggung jawab kegiatan, seharusnya DBMTR bisa mengantisipasinya sejak awal.
“Saya yakin, di DBMTR itu terdiri dari orang-orang terbaik di bidangnya. Tapi kalau tidak konsisten, hasil kerjanya tidak akan pernah memenuhi harapan masyarakat,” kata Firman ketus.
(Ilaika)
Tulis Komentar