Kemarau, Debit Sungai Ciujung Berkurang 70%
SERANG | Akibat musim kemarau, debit Sungai Ciujung dinyatakan telah berkurang hingga 70 persen. Para petani diminta untuk mengantisipasi hal ini dengan menyesuaikan jenis tanaman yang akan mereka tanam.
Hal itu dinyatakan Kasi Bina Produksi Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Jaja A Sujai. Menurutnya, beberapa wilayah di Kabupaten Serang bagian utara tergolong paling rawan terserang kekeringan akibat berkurangnya debit sungai Ciujung.
“Wilayah pertanian yang selama ini pengairannya tergantung pada sungai Ciujung memang rawan mengalami kekeringan,” kata Jaja.
Jaja menambahkan, daerah-daerah rawan itu meliputi wilayah Kecamatan Tanara dengan 300 hektar lahan pertanian dan Kecamatan Tirtayasa dengan 175 hektar. Sedangkan wilayah lain yang juga diperkirakan rawan mengalami kekerinan adalah Kecamatan Kramatwatu dengan lahan rawan kekeringan seluas 200 hektar.
“Saat ini kami terus berupaya mengajak petani agar menanam tanaman yang sesuai dengan kondisi saat ini. tanaman yang paling memungkinkan dikembangkan dalam kondisi saat ini adalah tanaman palawija,” cetus Jaja kepada Koranbanten.Com.
(Herizal)
Tulis Komentar