• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Kabupaten Serang
28 Agustus 2009 | Utama

Biota Sungai Ciujung Terancam

sungai-ciujungLEBAK | Biota yang hidup di sepanjang sungai Ciujung, terancam kehidupannya. Pasalnya, sungai terpanjang di Provinsi Banten ini didinyalir telah meengalami kerusakan dalam kadar yang signifikan.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pengelolaan Lingkungan Hidup (PLH) Kabupaten Lebak, Nana Sujana. Menurut Nana, kondisi sungai Ciujung pada saat ini cukup memprihatinkan karena sudah banyak yang tercemar limbah industri atau limbah rumah tangga.

“Kondisi sungai Ciujung diwilayah Kabupaten Serang sudah cukup parah. Bahkan diduga sudah diambang batas normal,” paparnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Nana, Forum Pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung rencananya akan melakukan upaya perbaikan dan pelestarian sungai Ciujung. Sungai ini membujur dai wilayah Lebak hingga daerah utara Kabupaten Serang.

Dalam hal ini, Nana mengaku realisasi dari rencana tersebut akan dilakukan awal tahun 2010 mendatang. Meski demikian, berbagai persiapan telah dilakukan sejak dini. “Sungai Ciujung merupakan sungai terpanjang di Provinsi Banten, karenanya upaya pelestariannya dilakukan bersama,” ungkapnya.

Senada dikatakan, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Lebak, Aan Kusdinar yang mengaku akan ikut berupaya membantu menyelamatkan ekosistem yang ada di sekitar sungai Ciujung. “Kami akan menitikberatkan kepada kekuatan bibir sungai agar tidak terjadi erosi dengan cara melakukan penanaman pohon di sepanjang DAS Ciujung,” katanya.

Selain itu, Aan mengatakan pihaknya juga tengah merancang kegiatan pelestarian sumber mata air di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Lebak, terutama sekitar DAS dan pegunungan.

“Daya serap pepohonan terhadap air hujan merupakan salah satu faktor terpenting untuk menjaga agar sumber mata air tidak rusak. Karenanya penanaman pohon pada hutan yang telah rusak kami intensifkan,” tukasnya.

(Yan Dahlan)

Baca Juga

  • Hutan di Banten Disinyalir Punya Titik Api
  • Sungai Ciujung - Ciberang Tercemar
  • 50 Persen Hutan di Lebak Kritis, 3 Kawasan Rawan Kebakaran
  • KTI Akan Gelar Seminar Nasional Jasa Lingkungan
  • Pemerintah Kurang Tegas Tindak Pencemar Lingkungan

Komentar Anda:

  1. elfida | 9 Januari 2010 | 09:01

    Bagaimana bila sunngai ciujung di manfaatkan sebagai penggerak tenaga listrik, misalnya membangun sebuah PLTMH ( energi terbarukan )?

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle