• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Kabupaten Serang
31 Agustus 2009 | Utama

DPRD Banten Jangan Jadi Boneka Pemerintah

demo-dewan-plntilanSERANG | Pelantikan 85 anggota DPRD Masa Bhakti 2009-2014 yang berlangsung di ruang rapat Paripurna DPRD Banten, Senin (31/8), diwarnai aksi unjukrasa puluhan mahasiswa Banten yang tergabung dalam Lingkar Mahasiswa Banten (LIMBA). Mahasiswa mendesak agar DPRD Banten yang baru dilantik tidak seperti para wakil rakyat terdahulu yang terkesan hanya menjadi ‘boneka pemerintah’.

Dalam orasinya, mahasiswa yang berasal dari sepuluh organisasi pergerakan tersebut menyatakan bahwa prilaku anggota DPRD Banten selama ini tidak mencerminkan wakil rakyat, melainkan terkesan mewah-mewahan dan hanya mengambil keuntungan pribadi dari jabatannya. Bahkan berperan ganda sebagai pemain proyek dan mengambil sejumlah anggaran yang sebenarnya untuk kesejahteraan rakyat

Tujuan Banten yang mandiri, maju sejahtera dan dihormati sesuai dengan tujuan pembentukan Provinsi Banten, sama sekali tidak direspon oleh anggota DPRD Banten pada dua periode yang lalu. Padahal tugas-tugas mereka sebagai lembaga kontrol, namun ternyata tidak mampu mengawasi eksekutif dalam menyelenggarakan kekuasannya.

“Karena itu kami minta agar Anggota DPRD Banten periode 2009-2014 ini jangan menjadi boneka pemerintah. Mereka harus menjadi abdi rakyat untuk kesejahteraan rakyat Banten,” tegas para pengunjukrasa.

Unjukrasa yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu sempat diwarnai kericuhan akibat aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan pihak kepolisan. Puluha polisi yang bertugas mengamankan pelantikan itu, terlibat aksi salin dorong akrena mahasiswa terus memaksa untuk masuk ke dalam arela gedung DPRD Banten.
Mahasiswa juga sempat beberpa kali memindahkan lokasi aksinya ke beberapa pintu gerbang gedung DPRD Banten. Mereka mulai menggelar aksi di pintu utama sebelah utara, kemudian dilanjutkan ke pintu masuk sebelah selatan. Namun karena kuatnya penjagaan yang dilakukan oleh aparat, massa tidak bisa masuk ke dalam gedung dan hanya bisa menggelar orasi sambil membakar ban bekas.

Sementara itu, dalam aksinya mereka juga mendesak Sekretariat DPRD Banten untuk melaporkan secara tertulis anggaran pelantikan anggota DPRD Banten tersebut, serta meminta agar anggota dewan terpilih segera membentuk Badan Informasi Publik yang diatur dalam UU No.14 Tahun 2008.

(Ilaika)

Baca Juga

  • Baru Dilantik, Anggota DPRD Banten ‘Sekolahkan’ SK
  • Dijaga Ratusan Aparat Kemanan, 85 Anggota DPRD Banten Dilantik
  • Rp 1,676 Miliar Untuk Reses Dewan

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle