• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Kabupaten Serang
10 Nopember 2009 | Banten Kita, Utama

GMNI Banten, Menyesalkan Sikap Anggota DPRD Banten Yang Menggelar Rapat Di Bali Dan Makasar

demo4SERANG | Dalam rangka memperingati hari pahlawan nasional, puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Banten melakukan aksi solidaritas di depan kampus IAIN SMH Banten, serta melakukan tabur bunga di taman makam pahlawan Stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang, Selasa (10/11), dalam aksi tersebut mereka menyayangkan sikap anggota DPRD Banten yang menggelar rapat di Bali dan Makasar.

“Ini sungguh sangat ironis di tengah masih banyaknya warga masyarakat Banten yang menderita kelaparan, tetapi mereka malah pergi keluar kota, ” kata koordinator lapangan Saifullah dalam orasinya, Selasa (10/11).

Menurutnya, para wakil rakyat itu seharunya mengemban amanah rakyat dan sebagai simbol keterwakilan rakyat. “jadi bukanlah untuk ajang rekreasi, kami yakin masyarakat sangat sepakat mengenai hal ini,” cetusnya.

Saifullah menambahkan, apakah tidak ada ruang rapat yang layak di dalam gedung DPRD Banten sehingga harus melakukan rapat di luar kota. “ini sudah jelas tindakan pemborosan uang rakyat,” Imbuhnya.

Selain itu, GMNI Banten juga menuntut upah pungut yang mengalir dalam tubuh DPRD Banten periode 2004 – 2009 yang diterima oleh komisi dua yang sudah jelas melanggar hukum.

“Kami menuntut agar para oknum yang terlibat harus segera di proses pada jalur hukum, jangan sampai oknum yang terlibat dibiarkan berkeliaran dan merasa bebas atas apa yang mereka perbuat,” kata salah seorang peserta aksi.(Muhammad Nur)

Berita Lain

  • Kejati Siapkan Jaksa Terbaik
  • Masyarakat Sangiang Tanjung Dambakan SMP Satap
  • Dua Hari Pasca Libur Lebaran, Sejumlah Pegawai Pemprov Kerja Setengah Hari
  • Islam Agama Santun, Tidak Mengajarkan Kekerasan
  • Gejolak Pasca Kenaikan BBM Wajar

Komentar Anda:

  1. topari | 17 Nopember 2009 | 15:50

    Terus kritisi langkah yang kurang tepat.

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle