Soal Tidak Relevan, Para Pelamar Minta Tes CPNS Diulang
LEBAK | Sejumlah peserta tes CPNS tergabung dalam Forum Komunikasi Peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (FKP-CPNS) Lebak menyatakan protes terhadap konsultan Universitas Indonesia (UI) selaku pihak pembuat soal tes CPNS. Pasalnya, banyak terjadi kejanggalan dalam materi soal yang disajikan. Seperti halnya, dalam lembaran soal formasi guru banyak terdapat soal tentang kesehatan.
“Kami menilai soal test CPNS yang dilakukan kemarin, harus diulang. Banyak soal yang disajikan untuk formasi tertentu namun materinya tidak relevan, khususnya dalam soal tes kemampuan bidang,” kata Ketua FKP-CPNS Kabupaten Lebak, Asep Alibuni, kemarin.
Menurut Asep, soal yang diberikan kepada peserta seleksi itu tidak memiliki klasifikasi, bahkan materi soal relative sama. Pelamar dari formasi guru disuguhkan dengan materi kesehatan. Begitu juga sebaliknya.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lebak, Iip Makmur mengaku banyak menerima keluhan para peserta test CPNS. Keluhan itu , khususnya seputar materi soal test CPNS yang tidak relevan dengan besik formasi “Betul, ada beberapa soal yang tidak relevan dengan besik pelamar. Misalnya, soal guru banyak terdapat materi tentang kesehatan,” katanya.
Iip bersama anggota Komisi A akan mencoba mengklarifikasi masalah ini ke konsultas. Sebelum diklarifikasi, masalah ini akan dibahas di komisi lebih dulu.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lebak, Abdul Gofar menilai terkait protes para pelamar yang meminta tes CPNS diulang, hal bukan kewenangan pihak BKD. Apa yang mereka kritisi, semuanya itu terkait dengan urusan lembaran soal tes yang dinilai mereka tidak relevan dengan formasi.
“Karena pembuat soaal itu dari konsultan , maka urusan kesalahan atau kekeliruan soal tanggung jawab konsultan. Yang jelas, kata konsultan soal tes itu merujuk pada teori yang baru dalam pembuatan soal CPNS. Sekali lagi, BKD hanya penyelenggara, dan urusan pembuatan sal adalah pihak konsultan,” katanya. (Fer)
Tulis Komentar