• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Kabupaten Serang
4 Desember 2009 | Banten Kita, Lebak, Utama

BMKG: Gelombang Selatan Banten Diprakirakan Dua Meter

gelombang-laut LEBAK | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten, memprakirakan ketinggian gelombang perairan selatan Banten mencapai dua meter.

Pengamat cuaca dari BMKG Banten, Tatang, saat dihubungi di Rangkasbitung, Kamis malam, menyebutkan, ombak di pesisir selatan Banten selama tiga hari mendatang berkisar satu sampai dua meter.

Selain itu, juga cuaca berawan dan berpeluang hujan ringan.
Sedangkan, angin bergerak dari arah selatan ke tenggara dengan kecepatan antara 5 sampai 15 knot.

Kondisi demikian, pihaknya mengimbau nelayan tradisional agar mewaspadai tingginya gelombang laut tersebut.

“Saya minta nelayan tradisional tetap waspada karena sewaktu-waktu ombak membesar,” katanya.

Meski ketinggian ombak perairan selatan Banten masih normal dan nelayan bisa mencari tangkapan ikan.

Akan tetapi, pihaknya mengingatkan nelayan hati-hati karena kecepatan angin cukup tinggi yakni 15 knot atau 30 kilometer per jam.

Kecepatan angin sebesar itu dipastikan perahu kincang yang digunakan nelayan tradisional tidak kuat menahan ombak setinggi dua meter.

Karena itu, ketinggian ombak sebesar itu sangat berbahaya bagi nelayan pesisir selatan Banten.

Dia menyebutkan, nelayan pesisir selatan Banten meliputi Bayah, Tanjung Panto, Pulau Manuk, Sawarna, Panggarangan, Suka Hujan, Binuangeun, dan Penyaungan agar waspada menghadapi gelombang besar.

Saat ini, cuaca buruk akan melanda kawasan perairan Samudera Hindia.

“Saya berharap nelayan hati-hati saat menangkap ikan di tengah laut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Hadi, mengaku selama beberapa bulan terakhir ini cuaca perairan selatan Banten buruk.

Selain ombak besar juga disertai angin kencang, sehingga tangkapan ikan semakin berkurang.
Bahkan, sebagian nelayan enggan melaut akibat minimnya tangkapan ikan.

“Dengan berkurangnya tangkapan ikan kehidupan ekonomi nelayan terpuruk,” katanya. (ant)

Berita Lain

  • Banten Siap Sambut Pemudik
  • DPR Lupa Menyelesaikan Kasus Century
  • Jatah Pupuk Banten Banyak Yang Tidak Terserap
  • Keluarga Penjemput Haji Kena Pungli
  • Harga Bahan Pokok Naik Karena Banjir.

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle