Pertumbuhan Ritel Modern di Banten Mencapai 30 Persen
SERANG | Pertumbuhan ritel modern di Provinsi Banten cukup tinggi, hingga mencapai pada angka di atas 30 persen, jika tidak dikendalikan kondisi tersebut dapat melemahkan pasar tradisional yang ada di Banten.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Hudaya, Selasa (22/12).
Menurutnya pertumbuhan ritel modern secara nasional mencapai 30 persen, sedangkan berdasarkan catatan, Provinsi Banten bisa di atas 30 persen, ini membuktikan tingkat pertumbuhan ritel modern di Banten sangat cepat sekali.
”Saat ini ada sekitar 340 pasar ritel modern di Banten. Namun ada kejanggalan yang sangat menonjol yaitu pertumbuhan ritel modern dengan pasar tradisional tidak seimbang,“ kata Hudaya.
Berdasarkan catatannya ritel modern mencapai 340-an, sedangkan pasar tradisional hanya mencapai 120-an.
”Artinya ada pertumbuhan ritel modern sementara pasar tradisional tetap pada kondisi apa adanya, dengan tingkat pengungjung yang semakin menurun dan memprihatinkan, “ katanya.
Atas kondisi yang memprihatinkan itu, Hudaya meminta pemerintah kabupaten atau kota untuk tidak sembarangan mengeluarkan izin ritel. “Ritel harus dibatasi dan pemerintah kabupaten atau kota tidak boleh terlalu jor-joran, sementara pembinaan pasar tradisional diabaikan, “ ujarnya. (Nur)
Mengendalaikan pertumbuhan pasar ritel perlu ada koordinasi antar instansi, sehingga ada keseimbangan dengan pasar tradisional. Namun demikian pasar tradisional perlu diperhatikan pembangunan fisiknya, kenyamanan, keindahan dan infrastruktur lainnya, seperti halaman parkir dan sebagainya.
sebuah bukti kekalahan gerakan ekonomi kerakyatan dan kemenangan ekonomi kapitalis.
satu kata: wujudkan ekonomi kerakyatan