Yusuf Iman: Ada Tiga Haluan Program CSR
Kegiatan Plan Shut Down Maintenance (PSDM) PT. Mitsubishi Chemical Indonesia merupakan bagian yang terintegrasi dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Kebutuhan tenaga kerja non-skill untuk PSDM sebanyak 300 orang. Untuk mendapatkan 300 orang tenaga kerja ini PT. Mitsubishi Chemical Indonesia meminta pihak Kelurahan Gerem untuk mengkoordinir, agar masyarakat dari ke 37 Rukun Tetangga (RT) dapat terakomodir keterlibatannya. Untuk melihat lebih dekat keterlibatan masyarakat Gerem dalam PSDM di PT. Mitsubishi Chemical Indonesia, berikut petikan wawancara dengan Yusuf Iman, General Affairs dan Legal Menejer PT. Mitsubishi Chemical Indonesia.
Kegiatan pekerjaan shut down itu seperti apa pak?
Plan Shut Down Maintenance (PSDM) merupakan pekerjaan yang rutin dilakukan oleh pabrik seperti ini, dilakukan setiap tahunnya atau setidaknya dua tahun sekali bagi pabrik yang beroperasi setiap harinya selama 24 jam untuk melakukan perbaikan ataupun penggantian sparepart dan komponen lainnya. Tentunya kegiatan ini memerlukan tenaga kerja dari banyak lapisan, mulai dari lapisan tenaga kerja skill, semi skill maupun non-skill (helper).
Kenapa melibatkan masyarakat?
Pekerjaan non-skill tidak sulit, Perusahaan mempunyai kebijakan dimana kami ingin mengajak masyarakat sekitar untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini.
Oleh karena itu khusus untuk tenaga kerja non-skill, mulai tahun ini kami melibatkan Kelurahan sebagai institusi resmi dan yang paling mengenal serta mewakili masyarakat Gerem untuk melakukan pengadaan tenaga kerja, jadi pengadaannya tidak lagi melalui kontraktor, tapi kami meminta semua kontraktor yang terlibat untuk menghubungi Kelurahan Gerem dan Kelurahan yang akan menyediakan tenaga kerja sesuai kebutuhan. Sedangkan untuk kebutuhan tenaga skill & semi skill kami tetap menyerahkan pada masing-masing kontraktor mengingat ini perlu keahlian khusus dan terkait langsung kualitas kerja kontraktor itu sendiri, namun tenaga kerja untuk klasifikasi ini pun banyak diambil dari masyarakat Gerem.
Kebutuhan tenaga kerja non-skill dari seluruh kontraktor sebanyak 300 orang dan ini kami sampaikan pada Kelurahan, sedangkan metode dan proses seleksi diserahkan sepenuhnya pada Kelurahan. Dan allhamdulilah pihak Kelurahan sangat tanggap dan dalam waktu yang singkat jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sudah tersedia. Seleksi dilakukan pada ke 37 RT yang ada di Kelurahan Gerem. Sehingga masyarakat dari 37 RT dapat terwakili dalam kegiatan ini. Tanggapan masyarakat sangat baik, karena dalam PSDM terdahulu banyak RT yang warganya tidak pernah mendapat kesempatan, sekarang mereka dapat terlibat dalam PSDM.
Dengan melibatkan tenaga Non-skill ini apakah ada training khusus?
Tentu, mereka akan diberikan safety training secara khusus tentang faktor bahaya apa yang dapat terjadi dalam kegiatan PSDM di pabrik seperti ini, itu satu. Kedua, bagaimana menyikapi faktor bahaya dan menghindarinya. Ketiga, apa saja perlengkapan pencegahnya atau yang disebut APD (Alat Pelindung Diri), seperti contoh; helmet, sepatu safety dan lain-lain. Dalam training tersebut juga disampaikan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh. Misalnya untuk bekerja diatas ketinggian 2 meter harus memakai safety belt atau harness, bagaimana cara memakai dan mengkaitkan safety beltnya itu semua diajarkan. Setelah lulus dari training baru mereka mendapatkan ID Card dan dapat bekerja. Jika tidak lulus tidak dapat dipekerjakan.
Berapa lama tenaga kerja non-skill ini bekerja dalam kegiatan PSDM?
Kurang lebih selama satu bulan.
Selama PSDM apakah sistem produksi tidak terganggu?
Tentu tidak ada produksi dari pabrik yang sedang di hentikan itu, tapi kegiatan ini sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya dan inventory sudah dipersiapkan.
Apakah kegiatan PSDM yang melibatkan masyarakat ini merupakan bagian dari program CSR PT. Mitsubishi Chemical Indonesia?
Betul. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan PSDM merupakan bagian yang terintegrasi dalam program CSR.
Apa saja program CSR PT. Mitsubishi Chemical Indonesia?
Ada tiga haluan program CSR PT. Mitsubishi Chemical Indonesia saat ini yang lebih diarahkan dalam membantu masyarakat untuk “self empowerment”, program pertama kesehatan, kedua pendidikan dan ketiga ekonomi. Contoh; program air bersih yang beberapa waktu lalu diresmikan Pak Walikota digunung, itu terkait dengan program kesehatan yang merupakan upaya untuk turut membantu pemerintah dalam meningkatkan standar hidup masyarakat. Untuk pendidikan dan ekonomi, contohnya program ternak kambing, masyarakat diajarkan untuk menjadi peternak modern dan bagaimana mengelola penjualan dan pemasaran serta pengembangan dari hasil ternak tersebut.
Bagaimana keberlanjutan kegiatan yang melibatkan masyarakat ini?
Kami akan melihat feedback dari masyarakat, tentunya kami akan terus melakukan peningkatan dalam sistem untuk masa-masa akan datang. Perusahaan atau pabrik di lingkungan Gerem cukup banyak, dan kegiatan PSDM tidak hanya di PT. Mitsubishi Chemical Indonesia saja, artinya jika dikelola secara seksama dapat melibatkan masyarakat dengan sekala yang lebih besar. Saya pun sudah menyampaikan pada beberapa rekan industri tentang sistem yang kami gunakan ini, dan hasilnya baik, jadi kalau mereka mau coba, silahkan.
(WIRI/TERAS NETWORK)
Jika ada indistri (diluar MCCI) di Gerem ingin menjalankan program ternak kambing untuk masyarakat sebagai program CSR, hasil penjualan (untungnya) jangan dibagi dua. Separo untuk peternak separo untuk industri,….kasihan masyarakat. Enam bulan “Angon wedus” dapat penghasilan “seratus lima puluh rebu”. Itu mah bukan memberdayakan masyarakat tetapi………………….(silahkan isi sendiri)