• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Kabupaten Serang
15 Januari 2010 | Serang Raya

Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras

SERANGĀ  I Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten menyampaikan surat usulan pelaksanaan operasi pasar (OP) beras di wilayah Banten, karena kecenderungan harga beras terus naik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Hudaya Latuconsina, di Serang, Rabu (13/1), mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan surat usulan kepada Bulog melalui Departemen Perdagangan untuk menyikapi perkembangan harga beras di Banten.

“Laporan dari kabupaten/kota harga beras cenderung terus naik. Bahkan sampai saat ini harganya ada yang sudah mencapai Rp7.000 per kilogram,” kata Hudaya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil survei di pasar-pasar dan para pedagang di delapan wilayah kabupaten/kota di Banten, harga beras cenderung terus naik hingga beberapa pekan ke depan.

Selain menyampaikan usulan operasi pasar dan perkembangan harga beras kepada pemerintah pusat, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada Gubernur Banten mengenai hal yang sama, dengan harapan ada dana talangan untuk meredam kenaikan harga. Namun demikian, pemerintah provinsi tidak memiliki dana untuk itu serta kesulitan mekanisme untuk menekan kenaikan harga beras.

Selain beras, Disperindag juga mengusulkan untuk dilakukan operasi pasar kebutuhan pokok lainnya di Banten seperti gula, minyak goreng dan tepung terigu, karena harga kebutuhan tersebut juga naik.

Harga beras di tingkat penggilingan padi di Serang saat ini sudah mencapai harga Rp6.200 per kilogram untuk kualitas paling bagus, serta harga Rp5.700 per kilogram untuk jenis beras C4 kualitas rendah atau nomor tiga. Sementara pada kondisi normal, harga beras hanya sekitar Rp5000 per kilogram untuk kualitas paling bagus dan Rp4.600 perkilogram untuk kualitas rendah.

“Kenaikan harga beras sudah sangat tinggi. Puncaknya diperkirakan awal hingga pertengahan Pebruari 2010,” kata Darman, pemilik penggilingan padi CV Alam Jaya di Ciruas Kabupaten Serang.

“Kenaikan harga disebabkan semakin menipisnya persediaan gabah pada tingkat petani maupun di penggilingan yang saat ini harganya sudah mencapai Rp3.700/kg, sedangkan musim panen diperkirakan pada awal Maret 2010, ” ujar Darman.

“Seharusnya bulog sudah melakukan operasi pasar, karena kenaikan harga beras sudah lebih dari 25 persen,” tambah Darman.

(Ant/ M Nur)

Berita Lain

  • Menghadapi Putaran II Pilkada Kota Serang, Golkar dan PDIP “Abaikan” Koalisi
  • Mengais Rejeki di Bulan Ramadhan
  • 2017, Semua Rumah di Banten Teraliri Listrik
  • 85 Guru dan Siswa SMK Ikut Program Kemitraan RI-Thailand
  • Wabah Diare di Cimanggu Menyebar Dengan Cepat

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle