• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Kabupaten Serang
  • Potensi: Kota Cilegon
  • Gubernur Gunakan Hak Pilih
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
29 Januari 2010 | Pandeglang, Utama

PLTU Labuan Banten Diresmikan Presiden

PANDEGLANG | Pemerintah berjanji pada 2010 akan menyelesaikan persoalan listrik sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengalami pemadaman bergilir.

“Kami telah bertekad dengan segala upaya tahun ini 2010 permasalahan ‘byar pet’ Insya Allah bisa kita atasi,” ujar Presiden ketika meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (28/1).

Presiden menjanjikan, penyelesaian permasalahan itu tidak hanya di Pulau Jawa, masalah pemadaman bergilir yang selalu melanda daerah di luar Pulau Jawa juga akan diselesaikan pada 2010. “Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah kekurangan listrik di daerah adalah dengan mengalirkan kelebihan listrik yang ada di pabrik-pabrik (swasta). Selain itu, pemerintah juga mempercepat perbaikan saluran distribusi, transmisi, dan gardu-gardu yang rusak, ” ujar Presiden.

Khusus untuk mengatasi masalah pemadaman bergilir, Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden sekaligus untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik 10 ribu Mega Watt (MW) tahap pertama dan tahap kedua.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan listrik tidak bisa hanya mengandalkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Presiden juga menjanjikan perbaikan kebijakan dan peraturan yang ada agar pihak swasta dapat turut membangun pembangkit listrik. “Ini menjadi program 100 hari pemerintah yang telah kita rampungkan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mengatakan program 10 ribu MW tahap pertama sudah tersebar di 37 kota di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa yang menggunakan bahan bakar batu bara. Sedangkan program 10 ribu MW tahap kedua akan difokuskan untuk pembangkit listrik berbahan bakar energi terbarukan seperti panas bumi.

Menurut Mustafa, untuk pembiayaan program 10 ribu MW tahap pertama, dibutuhkan biaya US$ 6 miliar dan sekitar Rp 30 triliun yang didukung oleh pinjaman dari perbankan milik pemerintah, swasta, dan asing.

@ Terasnetwork

Berita Lain

  • Jelang Musim Hujan, Kelurahan Cibeber Perlebar Drainase
  • Warga Adukan Bungurcopong Laporkan Kadesnya ke Polisi
  • 160 KK Transmigran akan Dikirim Ke Lima Provinsi
  • Main Judi, 5 Pedagang Nasgor Diciduk Polisi
  • Kesejahteraan Aparatur Lebih Dominan Dibanding Rakyat

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle