• Depan
  • Utama
  • Opini
  • Banten Kita
    • Tangerang Raya
    • Pandeglang
    • Lebak
    • Serang Raya
    • Cilegon
  • Hukum & Kriminal
  • Profil
  • Pendidikan
  • Ekonomi/Bisnis
  • Editorial
  • Pesta Demokrasi
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Siswa SMA Negeri 1 Cibeber Berkunjung ke IPB
  • Budidaya Jamur Tiram Putih Menguntungkan
  • Pilih mana, Jabatan Politis atau Jabatan Karir?
  • Habis Keberuntungan, Imal Diancam Hukuman Berat
  • Forum P3A Berperan Bagi Petani
  • E-Book Tidak Efektif
  • Telkom Flexi SPSI Diluncurkan
  • Disperindag Banten Usulkan Operasi Pasar Beras
  • Lereng Gunung Aseupan Longsor
  • Kabupaten Serang
23 Februari 2010 | Banten Kita, Utama

KMP Lautan Teduh Kandas di Selat Sunda

kmp-raja-engganoSERANG | Kapal roll on roll off (ro-ro) KMP Lautan Teduh 2 milik PT Bangun Putra Remaja (BPR), kandas di Perairan Selat Sunda tepatnya di pulau Rimau Balak sekitar 2 mil dari Pelabuhan Bakauhueni, Lampung.

Administatur Pelabuhan (Adpel) Banten I Nyoman Gede S saat dikonfirmasi di Serang, Selasa (23/2) mengatakan, kapal tersebut kandas di sekiar wilayah Pelabuhan Bakauheni pada Selasa pukul 03.30 WIB dan seluruh penumpang selamat.

“Kapal sudah berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 12.00 WIB, ditarik dengan Tug Boat bantuan dari Merak. Semua penumpang selamat,” kata I Nyoman.

Kapal Lautan Teduh tersebut kandas di wilayah Pelabuhan Bakauheni Lampung atau berada di sekitar rambu-rambu pelabuhan. Kapal kandas diduga karena terjadi pendangkalan di sekitar perairan tersebut atau karena adanya endapan lumpur disebabkan pengaruh cuaca buruk beberapa waktu lalu.

I Nyoman Gede Saputra di mengaku, kejadian tersebut diluar tanggungjawab pihaknya. Kendati demikian, Adpel Merak tetap akan meminta laporannya.

“Kami menerima laporan, tapi sifatnya hanya tembusan saja. Proses selanjutnya Adpel Bakauhueni yang akan memprosesnya,” katanya

Sementara itu, Kepala Cabang ASDP Merak Teja Suparna mengatakan, kapal Ro-Ro LautanTeduh berangkat dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni sekitar pukul 02.00 WIB, diantaranya dengan membawa sekitar 51 penumpang, 6 kendaraan roda dua, 35 kendaraan pribadi dan 21 kendaraan truk.

“Tadi sudah dievakuasi menggunakan satu Tug Bota dari Bakauheni tetapi tidak mampu, sehingga minta bantuan kapal Tug Boat dari Merak,” kata Teja.
(Ant/Eln)

Berita Lain

  • SDN Ciputat Isi Libur Puasa Dengan Sanlat
  • Bupati Lebak Ancam Turunkan Pangkat Kepsek
  • BRI Cabang Rangkasbitung Gelar Pesta Rakyat Simpedes
  • Desa Haur Gajrug Bantah Ada Pungli
  • Lebih Penting Jadi Orang Baik

Tulis Komentar

  • Home
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
  • Edisi Cetak
Copyright © 2010 KORAN BANTEN Re-Design by online film izle